BANDUNG - Polisi membeberkan hasil autopsi jenazah Suryo Utomo (31), dosen School Buissine Management Institut Teknologi Bandung (ITB). Dari hasil autopsi sementara di RSUD Cianjur itu, polisi menduga kuat Suryo Utomo tewas akibat bunuh diri dengan meloncat ke jurang.
Suryo Utomo sempat hilang secara misterius sebelum ditemukan meninggal dunia di Waduk Cirata, Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada 13 Mei 2017. Untuk mengungkap misteri penyebab kematiannya, jenazah dosen ITB itu lalu diautopsi.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Yusri Yunus mengatakan, dari hasil autopsi menunjukkan bahwa terdapat luka yang tidak tertata di kepala Suryo Utomo. Selain ada sayatan di tangan kiri atas, terdapat juga empat bagian tulang iga dada kirinya patah.
Selain itu, di bagian belakang tubuh korban terdapat patahan tulang punggung kiri dan kanan, di bagian paha kanan patah tertutup. Selanjutnya ada resapan darah di bagian kepala dan dada Suryo Utomo.
Maka dari itu, polisi menduga kuat bahwa korban meninggal karena bunuh diri. "Dugaan bahwa korban bunuh diri dengan meloncat ke jurang dari ketinggian 20 meter, TKP meloncat ke jurang tidak jauh dari ditemukannya kendaraan pribadinya," kata Yusri Yunus, Selasa (16/5/2017).