Remaja Ditemukan Tewas dengan 30 Tusukan, Perang Narkoba Duterte Kembali Makan Korban

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis
Kamis 07 September 2017 03:17 WIB
Demo terhadap perang narkoba Duterte. (Foto: AP)
Share :

MANILA - Seorang remaja berusia 14 tahun dilaporkan tewas mengenaskan terkait dengan perang narkoba yang dicanangkan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. Remaja bernama Guzman tersebut diketahui merupakan remaja ketiga yang meregang nyawa akibat aksi pemusnahan obat-obatan terlarang oleh polisi.

Biro Investigasi Nasional mengumumkan akan menyelidiki pembunuhan terhadap remaja malang tersebut. Guzman diketahui ditemukan tewas dengan 30 luka tusukan di tubuhnya. Berdasarkan keterangan polisi, jasad Guzman ditemukan di sebuah sungai kecil sekira 70 kilometer (km) dari rumahnya dengan kepala terbungkus plastik.

Baca Juga: Perang Terhadap Narkoba, Duterte: Polisi Bebas Bunuh Orang Idiot yang Menolak Ditangkap

Sebagaimana diberitakan, perang narkoba Duterte telah menewaskan ribuan orang dan dianggap merupakan bentuk kejahatan kemanusiaan. Dinukil dari South China Morning Post, Kamis (7/9/2017), kematian ketiga remaja tersebut telah memicu demonstrasi besar-besaran di Filipina. Para demonstran dari berbagai usia turun ke jalan dan memprotes kemungkinan adanya penyalahgunaan wewenang oleh polisi untuk membunuh seseorang.

"Di bawah perang berdarah Presiden Duterte terhadap narkoba, ada pola membunuh terhadap anak muda dan miskin, terutama anak-anak yang tidak bersalah. Ada sebuah kebijakan untuk membunuh," ujar seorang Senator Oposisi Filipina, Risa Hontiveros.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya