Jokowi: Hati-Hati, 700 Kepala Desa Ditangkap Gara-Gara Dana Desa!

Rasyid Ridho , Jurnalis
Rabu 04 Oktober 2017 19:23 WIB
Presiden Jokowi (foto: Illustrasi Okezone)
Share :

PANDEGLANG - Presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk bersama-sama mengawasi penggunaan dana desa. Sebab, sudah ada 900 desa se Indonesia yang tersangkut masalah hukum dikarenakan menyelewengkan dana desa guna keperluan pribadi.

"Saya titip, di negara Indonesia ini kita memiliki 74 ribu desa. Sampai tahun ini, ada 900 yang mempunyai masalah, jadi hati-hati. Kepala desanya ditangkep karena menyelewengkan dana desa. Saya enggak nakut-nakutin," kata Jokowi dalam sambutannya di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten. Rabu (4/10/2017).

 (Baca: Nah loh! 14 Desa di Ambon Tak Kebagian Dana Desa)

Jokowi mengungkapkan, dalam kurun waktu tiga tahun, pemerintah sudah mengucurkan dana sebesar Rp127 triliun yang dikucurkan dalam tiga tahap.

"Jadi, setiap desa mendapatkan kira-kira ditahun pertama Rp300 juta, tahun kedua Rp600 juta, dan tahap ketiga Rp800," ungkap Jokowi.

 (Baca: Akhirnya! Dana Desa Bisa untuk Bangun Perpusatakaan, Pegiat Literasi Apresiasi Keinginan Presiden Jokowi)

Dia melanjutkan, dengan jumlah anggaran yang dinilai besar tersebut, apabila tidak memberikan peningkatan kesejahteraan dan manfaat untuk desa-desa, dipastikan penggunaan dana tersebut ada yang salah .

"Yang terpenting masyarakat harus mengawasi sehingga dana desa ini betul-betul memiliki manfaat bagi masyarakat yang ada di desa," katanya.

 (Baca: Hore! 185 Kampung di Kutai Barat Sudah Terima Dana Desa)

Jokowi berharap, perputaran uang dari dana desa hanya berada di tingkat desa hingga tingkat kabupaten.

"Kalau membangun kaya embun gunakan 100 persen bahan-bahan dari desa itu, tenaga kerja 100 persen dari desa itu, jangan bawa kontraktor dari kota untuk mengerjakan di desa, itu yang salah," tandasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya