Patroli Bersama, TNI dan Tentara Diraja Malaysia Berkolaborasi Jaga Kedaulatan Kedua Negara

Ade Putra, Jurnalis
Rabu 11 Oktober 2017 11:25 WIB
TNI dan Tentara Diraja Malaysia (Ade/Okezone)
Share :

PONTIANAK - Tentara Nasional Indonesia (TNI) berkolaborasi dengan Tentara Diraja Malaysia (TDM) dalam melaksanakan tugas patroli pengamanan di perbatasan RI-Malaysia. Patroli untuk mencegah terjadinya kejahatan transnasional dan menjaga kedaulatan kedua negara ini akan gencar dilaksanakan mulai dari 10 hingga 19 Oktober 2017.

Sebagai tanda dimulainya Patroli Koordinasi di wilayah perbatasan darat RI-Malaysia, Kodam XII Tanjungpura melalui Korem 121 Alambhana Wanawai (Abw) menggelar upacara di Pos Kotis Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 123/Rajawali di Dusun Berangan, Desa Janting, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Selasa 10 Oktober 2017) pagi.

Bertindak sebagai Inspektur upacara adalah Wadan Komando Pelaksana Operasi Korem (Kolakopsrem) 121/Abw, Kolonel Czi Arnold AP Ritiauw. Dalam upacara ini turut dihadiri Dandim 1206/Psb, unsur Muspika Kecamatan Badau, Kepala Imigrasi serta Bea Cukai Badau, Kepala Desa se Kecamatan Badau, tamu undangan dari TDM yakni Ketua Staf Brigif 3 Infantry Malaysia, Letkol Ilyas bin Hanafi, Penolong Pegawai Memerintah 4 KAD Major Rusli bin Madlela beserta rombongan.

Dalam amanat Komandan Kolakopsrem 121/Abw, Brigjen TNI Bambang Ismawan yang dibacakan Kolonel Czi Arnold, bahwa pelaksanaan kegiatan patroli perbatasan yang dilaksanakan bersama antara Satgas Pamtas TNI Yonif 123/Rajawali dengan TDM REJ 4 KAD Siri 2/2017 ini merupakan salah satu wujud hasil kesepakatan bersama dalam kegiatan Unit Commander Meeting Siri I/2017 yang lalu.

"Kegiatan ini, selain sebagai simbol kebersamaan, juga merupakan bentuk aplikasi eratnya persahabatan antara kedua institusi yaitu TNI dan TDM dalam saling menjaga kedaulatan negaranya yang berbatasan darat," kata Arnold dalam amanat yang dibacakannya.

Selain itu, lanjut dia, kegiatan ini juga berdampak positif untuk mengontrol aktifitas berbagai kegiatan illegal, seperti illegal logging, illegal mining, trafficking, pelintas batas dan kriminalitas seperti kejahatan narkoba, yang kerap memanfaatkan celah yang ada di wilayah perbatasan kedua negara, serta berbagai dampak lain yang timbul di perbatasan.

Dia mengatakan, masalah kawasan perbatasan merupakan fenomena yang senantiasa menjadi fokus perhatian dari semua negara di dunia. Hal tersebut semakin mengemuka ketika dunia saat ini disibukkan oleh perdagangan global, fungsionalisasi hukum bagi penyelesaian sengketa, melemahnya ratifikasi hukum, meningkatnya intensitas konflik di daerah sebagai akibat berkurangnya sumber daya alam kawasan.

Menyikapi permasalahan tersebut, lanjut dia, setiap negara berupaya mengadakan kerjasama regional untuk menentukan batas-batas wilayah teritorialnya. Suatu pengkajian sosiokultural maupun historis dan yuridis telah dilakukan. Demikian juga kegiatan perundingan-perundingan untuk menetapkan perjanjian tapal batas bagi negara.

"Maka saya menekankan kepada setiap prajurit Yonif 123/RW yang bertugas di perbatasan agar senantiasa menjalin hubungan yang harmonis dengan prajurit Tentara Diraja Malaysia. Laksanakan tugas dengan dasar kehormatan agar kegiatan patroli ini senantiasa dapat dicapai sebagaimana mestinya. Laksanakan dengan sungguh-sungguh dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan baik personel maupun materiil," pintanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya