Lewat Pembangunan 'Dua Sayap', Danny Pomanto Wujudkan Makassar Jadi Kota Bergelimang Prestasi

Zulfikarnain, Jurnalis
Jum'at 20 Oktober 2017 07:17 WIB
Danny Pomanto (kanan) bersama Hary Tanoe (MNC Media)
Share :

MAKASSAR – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto dianggap sosok sukses memimpin Ibu Kota Sulawesi Selatan hingga meraih beragam penghargaan. Menurutnya keberhasilan itu tak lepas dari konsep pembanguanan yang dia istilahkan dengan 'dua sayap'.

Saat memaparkan keberhasilan membangun lorong garden di depan Chairman and CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo, ia menyebutkan memiliki tiga slogan membangun Makassar. Yakni selogan dua kali tambah baik, masa depan baru dan tata lorong bangun kota dunia.

"Jadi saat bersamaan, kadang-kadang-kadang kota itu hanya bangun kota dunia. Tapi kita dengan dua sayap, kita membangun dari bawah, kita membangun juga dari atas. Di atas itu kita membangun standarisasi pelayan publik kota dunia," ujar Danny dalam kunjungannya bersama Hary Tanoe di Jalan Tidung Mariolo RW 6 Kelurahan Bonto Makkio, Kecamatan Rappocini, Makassar, Kamis (20/10/2017).

"Kemudian dari bawah itu bagaimana masyarakat bergerak, public engagement, public ekseptasi, dan public participatory. Itu jadi bahagian program kita dalam setahun," lanjutnya.

Maka dari itu, ia mengaku tidak hanya membangun fisik, tapi membangun budaya sosial baru. Itulah resepnya sebagai wali kota, hingga 'diganjar'menjadi kota terbersih ditingkat ASEAN.

"Sekarang kita kota terbersih, di Asean malah kita dapat Award Asean. Kemudian kita partispasi publik paling tinggi dan indeks happines paling tinggi juga. Jadi ini adalah bagaimana masyarakat bergerak," tukasnya.

Sekarang, program itulah yang ia terus galakkan. Tercatat sudah 65 lorong di Makassar atau sekitar 4000-5000 lorong yang ia sulap, dari hampa menjadi terberdayan.

Beragam program ia rancang, diantaranya sudah berbentuk lorong garden. Sedangkan yang sudah berbentuk Badan Usaha Lorong (BULo), memiliki lorong sehat, pengajian lorong.

"Sekarang melanda seluruh masyarakat Makassar. Dan masyarakat yang malas, dia akan malu sendiri, terisolir sendiri. Inilah mesin otomatis membangun kota lewat publik engagement," pungkas Danny.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya