JAKARTA - Panglima TNI Gatot Nurmantyo ditolak memasuki wilayah AS oleh lembaga Perlindungan Perbatasan dan Cukai AS. Pemberitahuan penolakan itu disampaikan Maskapai Emirates beberapa saat sebelum Jenderal Gatot terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, menuju Washington DC.
Jenderal Gatot seharusnya terbang ke AS dengan penerbangan Emirates EK 0357 pada 21 Oktober untuk memenuhi undangan Jenderal Joseph F. Durford Jr. untuk hadir pada acara Chiefs of Defence Conference on Country Violent Extremist Organizations (VEOs) pada 23-24 Oktober 2017 di Washington DC.
Selain peristiwa yang dialami Gatot, sejarah mencatat ternyata AS bukan kali ini saja melakukan penolakan terhadap petinggi TNI yang hendak melawat ke negeri Paman Sam tersebut. Berikut 5 petinggi TNI yang pernah ditolak masuk AS, yang dirangkum dari berbagai sumber.
1. Sjafrie Sjamsoedin
Letjen TNI Sjafrie Sjamsoedin pernah ditolak oleh AS saat hendak menemani Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, untuk menghadiri pertemuan G-20 di Pittsburgh, Pennsylvania, pada 23 September hingga 1 Oktober 2009. Saat itu, Sjafrie menjabat sebagai Sekjen Kemenhan.
Alasan AS menolak Sjafrie, karena dirinya pernah terlibat kasus pelanggaran HAM di tahun 1998. Sjafrie yang pada saat itu menjabat Sekjen Departemen Pertahanan ditolak masuk AS karena diduga terlibat adalam kasus pelanggaran HAM di Santa Cruz, Dili tahun 1991 dan pelanggaran HAM selama kerusuhan 1998 saat ia menjabat sebagai Pangdam Jaya.
2. Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim
Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim juga dilarang masuk negara Paman Sam tersebut, pada tahun 2000. Meski tak dijelaskan lebih rinci alasan Zacky Anwar dicegah masuk AS, namun informasi yang beredar saat itu mengatakan bahwa Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI itu pernah terlibat kasus pelanggaran HAM di Santa Cruz, Dili tahun 1991.
3. Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo
Hashim menyebut Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo sebagai salah satu dari beberapa orang jenderal TNI yang pernah dilarang masuk AS.
Namun hal tersebut dibantah oleh Pramono Edhie. "Saya juga heran dengan pernyataan itu. Kok bisa saya dikatakan yang termasuk dicekal AS, padahal belum lama ini saya baru pulang dari sana," ujarnya pada 2014 lalu.
Seperti dilansir Antara, 13 Februari 2014, Pramono menyatakan perlu meluruskan beberapa hal dan menggunakan hak jawab demi memberikan informasi yang benar sehingga tidak menyesatkan masyarakat.
"Selain pernah menjalani pendidikan special forces di Amerika Serikat pada tahun 1985, 1986 dan 1998, di tahun 2012 saya ke Amerika Serikat, tepatnya di Pangkalan Komando Militer Amerika Serikat-US Asia Pacific Command (USPACOM) di Hawai dalam kapasitas saya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat," katanya.
4. Prabowo Subianto
Prabowo Subianto pernah ditolak masuk ke Amerika Serikat saat hendak menghadiri kelulusan putranya di Boston. Pihak AS sendiri tak pernah memberikan pernyataan resmi kenapa Prabowo dilarang masuk AS.
Namun informasi yang beredar menyebut Prabowo dilarang masuk AS karena masalah pelanggaran HAM.
5. Wiranto
Menkopolhukam, Jenderal TNI (Purn) Wiranto juga pernah tidak diperkenankan masuk ke AS, dengan alasan pernah terlibat pelanggaran HAM berat di Indonesia.
Media AS pada tahun 2004 menyebut, Wiranto masuk ke dalam daftar WNI yang masuk daftar tersangka penjahat perang, sehingga dilarang masuk AS. Oleh PBB, Wiranto disebut terlibat kejahatan perang oleh PBB, karena di tahun 1999 Wiranto didakwa terlibat tindak kekerasan yang menyebabkan 1.500 warga Timor Timur tewas saat referendum berlangsung.
Wiranto dianggap bertanggung jawab karena ketika kekerasan terjadi, ia adalah Menteri Pertahanan dan Keamanan periode 1998-1999. Bersama Wiranto juga ada nama-nama petinggi TNI lainnya yang dinilai terlibat.
(fin)
(Amril Amarullah (Okezone))