MINAHASA - Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar Jambore Nasional (Jamnas) Tagana (taruna siaga bencana) Asean +3 ke XI di Stadion Maesa Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut).
Peserta Jambore Tagana berasal dari seluruh provinsi di Indonesia, negara Asean serta sejumlah negara non Asean salah satunya Jepang.
Tagana sendiri terbentuk pasca-bencana tsunami melanda Aceh pada 2004. Oleh karena itu, relawan Tagana dituntut untuk berada di lini terdepan dalam setiap penanganan bencana yang terjadi di seluruh pelosok Indonesia.
Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat, saat pembukaan Jambore Tagana mengatakan bahwa Indonesia patut berbangga memiliki relawan Tagana yang sangat tangguh di lapangan, terutama saat terjadinya bencana alam.
“Kita harus bisa membayangkan apa yang terjadi kalau tidak ada Tagana di frontliner itu, kalau kita hanya mengandalkan petugas dari Dinas Sosial, saya yakin kita tidak berdaya dan berapa korban di setiap kejadian,” tandasnya.