Jambore Tagana Ditutup, Kemensos Minta Relawan Kian Tanggap Antisipasi Bencana

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Jum'at 27 Oktober 2017 17:32 WIB
Jambore Nasional Tagana di Minahasa (Foto: Fahmi Firdaus/Okezone)
Share :

MINAHASA - Rangkaian acara Jambore Nasional (Jamnas) Tagana (taruna siaga bencana) Asean +3 ke XI yang diadakan di Kabupaten Minahasa resmi ditutup.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat, mengatakan lewat event tahunan tersebut, para relawan Tagana yang tersebar di seluruh Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan layanannya kepada masyarakat. 

Dia juga berharap, wawasan peserta semakin bertambah lewat materi yang telah diberikan bersama negara Asean dan tiga negara lainnya.

"Lewat event ini, kita (Tagana) semakin tanggap dan cekatan disaat mengantisipasi dan menangani korban bencana nantinya," ujar Harry di lapangan Sam Ratulangi, Tondano Kabupaten Minahasa, Kamis (26/10/2017).

Harry melanjutkan, relawan Tagana secepatnya hadir di lokasi ketika bencana terjadi untuk membantu proses evakuasi dan membantu masyarakat yang membutuhkan. "Tagana hadir ditengah-tengah masyarakat dan selalu siap siaga,"pungkasnya.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada perintis Tagana yang sukses dalam penanggulan bencana di seluruh Indonesia. Persatuan ini kata dia bukan hanya untuk Indonesia, tapi juga negara yang sedang menghadapi bencana.



Kegiatan yang bertajuk "Beragam untuk Bersatu, Bersatu untuk Menanggulangi Bencana" ini diikuti lebih 1.400 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia dan negara Asean serta negara non Asean. Jambore Nasional Tagana ini juga memberikan banyak sumbangsih positif bagi kemajuan penanganan bencana sosial di Indonesia.

Rangkaian kegiatan sosial saat jambore Tagana ini juga menyentuh langsung ke masyarakat. Seperti Tagana Goes to School, berziarah ke Makam Pahlawan  Nasional Sam Ratulangi, bakti sosial pengangkatan Enceng Gondok di Danau Tondano, pemberian jaket dan sembako pada kusir bendi, pemberian bantuan tangan dan kaki palsu, dan lain sebagainya.

Aksi sosial yang dilakukan peserta jambore Tagana ini juga mendapat apresiasi yang besar di masyarakat. Salah satunya dari seorang warga bernama Decky Rawung. "Saya senang dapat tangan palsu ini, meski ini tangan palsu tapi sudah seperti punya tangan lagi,"ujarnya.

Pemberian bantuan tangan palsu tersebut diberikan secara cuma-cuma oleh panitia Jambore Tagana. Selain Decky, ada ribuan masyarakat lainnya yang mendapatkan manfaat pelayanan dari Tagana. Seperti pemberian kaki palsu alat bantu rehab, kacamata, vitamin anak, dan lain sebagainya.



Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya