Miris! Politikus PSI: Kaum Muda hanya Disapa Jelang Pemilu, Setelah Itu Dilupakan

Bayu Septianto, Jurnalis
Senin 30 Oktober 2017 12:57 WIB
Forum Diskusi Ekonomi Politik (FDEP) di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu 29 Oktober 2017. (Foto: Bayu S/Okezone)
Share :

JAKARTA - Sebagai generasi penerus bangsa, anak muda Indonesia seharusnya tidak apatis terhadap politik. Nyatanya, saat ini kaum muda justru tersisihkan dalam dunia politik Tanah Air.

Hal itu disampaikan Politikus muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surya Tjandra. Menurutnya, kaum muda hanya dibutuhkan saat momen tertentu seperti saat pemilu atau pemilihan kepala daerah (pilkada).

"Ini penyingkiran sistematis kaum muda dalam politik. Politisi tidak suka dengan gagasan pembaharuan yang diwakili kaum muda. Akibatnya, kaum muda hanya disapa jelang pemilu, setelah itu dilupakan," jelas Surya dalam diskusi Forum Diskusi Ekonomi Politik (FDEP) yang bertajuk Peran Pemuda Indonesia Merajut Nilai Kebangsaan di Tengah Ancaman Intoleransi dan Korupsi di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, belum lama ini.

BACA JUGA: Hary Tanoe: Partai Politik Adalah Wadah untuk Berjuang Generasi Muda


Selain itu, Surya juga menyayangkan di era saat ini sangat terasa adanya politik intoleran. Menurut Surya, pengguna politik ini memiliki strategi membelah persatuan dan kesatuan masyarakat untuk mendapatkan kemenangan dalam pertaurngan politik seperti dalam Pilkada.

"Pengguna politik intoleran tidak berharap dapat 80 persen suara, tapi hanya butuh 50 persen +1 suara," ucap Surya.


BACA JUGA: Ini Empat Catatan Penting Giring Usai Terjun ke Politik

Dalam kesempatan yang sama, aktivis perempuan dan penggiat sosial media, Ezki Suyanto menjelaskan peran orangtua sangat penting untuk membentengi generasi muda dari bahaya intoleransi. Apalagi, bahaya intoleransi sangat terlihat dalam aktivitas di media sosial lantaran seiring berkembangnya teknologi saat ini.

"Orangtua perlu untuk mengontrol aktivitas sosial media anak-anaknya karena pintu masuknya isu intoleran ada di media sosial," tukas Ezki.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya