Dengan bantuan matematikawan Polandia Stanislaw Ulam, Teller mengembangkan sebuah model untuk bom hidrogen yang dikenal sebagai desain Teller-Ulam. Para ilmuwan membangun sebuah struktur bertingkat tiga, yang diberi nama ‘Mike’ di Pulau Elugelab di Eniwetok.
Mike bukan bom biasa, karena tidak praktis untuk digunakan dalam peperangan. Bom ini hanya dimaksudkan untuk menguji prinsip-prinsip desain Teller-Ulam dan membantu ilmuwan membuat kemajuan dalam membangun bom yang lebih kecil.
Bom tersebut pun akhirnya selesai dibuat dan dikenal sebagai bom hidrogen. Senjata baru ini kira-kira 1.000 kali lebih kuat daripada perangkat nuklir konvensional.
Bom Mike meledak dengan hasil 10,4 megaton dan menghasilkan bola api lebih dari 4 kilometer. Ledakan ini telah menghancurkan Pulau Elugelab dan sebagian pulau di dekatnya. Desain Teller-Ulam adalah konsep di balik sebagian besar senjata nuklir dunia saat ini
Berita mengenai ledakan tersebut muncul lebih dari dua minggu kemudian. Saat itu, salah satu media AS yakni The New York Times menulis, "Komisi Energi Atom mengumumkan percobaan 'memuaskan' malam ini dalam penelitian senjata hidrogen. Dalam pengumuman tiga paragraf, Komisi sudah melangkah lebih jauh dan menyatakan bahwa sebuah bom hidrogen skala penuh telah diledakkan. Namun dikatakan, eksperimen yang berkontribusi terhadap penelitian bom hidrogen telah selesai dibuat.”