JAKARTA - Ada momen mengharukan kala Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan membacakan visi-misinya dalam rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Rabu (15/11/2017). Ia menceritakan kisahnya pada masa kampanye Pilkada DKI 2017 lalu.
Cerita Anies, dirinya pernah bertemu dengan warga Bukit Duri, Jakarta Selatan. Saat itu, ia ditemui dengan seorang perempuan sekira 50 tahun usianya. Perempuan tersebut lalu menitipkan selendang yang kerap digunakan untuk menggendong anaknya kepada Anies.
Menurut Anies, maksud perempuan tersebut memberikan selendang agar dirinya dapat menjaga dan mengayomi anak-anak Jakarta ketika resmi memimpin Ibu Kota.
"Lalu beliau lepas kain selendang penggendongnya dan mengalungkan selendang batik ini kepada saya. Lalu ia berpesan, 'Pak Anies, selendang ini yang saya pakai untuk menggendong anak saya. Nanti saat bapak menjabat, bapak gendong anak-anak Jakarta. Bapak gendong anak-anak Jakarta. Kami titipkan anak-anak kami, Pak.'," ujarnya dalam sambutan.
(Baca Juga: Ketika Anies dan Prasetyo Berbalas Pantun di Paripurna DPRD DKI)
Titipan selendang itu, sambung Anies, menguatkan motivasi dirinya saat resmi memimpin Jakarta. Karena itu, merupakan amanah yang harus dijalankan oleh pasangannya Sandiaga Salahudin Uno.
"Selendang ini adalah selendang terberat yang pernah terkalungkan di leher saya. Ia adalah selendang pengingat amanah. Saudara-Saudara semua, sebagai anggota DPRD yang berkeliling, bertemu dengan seluruh lapisan warga Jakarta pasti seringkali dititipkan amanah yang sama oleh warga," katanya.
Ia menambahkan, pihaknya mengajak segenap anggota DPRD untuk bersama-sama membangun Jakarta. Sebab, untuk mewujudkan cita-cita Anies-Sandi dibutuhkan kesinergian antara legislatif dan eksekutif.
"Saudara-saudara semua, mari kita gendong anak-anak Jakarta seperti kita menggendong anak sendiri. Majukan setiap jengkal kota ini, bahagiakan setiap insan di dalamnya," pungkasnya.
(Arief Setyadi )