HARARE - Robert Mugabe akan menghadiri peresmian Emmerson Mnangagwa sebagai presiden, menurut pejabat partai penguasa negara tersebu, Zanu-PF. Munculnya mantan presiden pada upacara tersebut dipandang sebagai upaya untuk menggambarkan perpindahan kekuasaan secara alami dan bukannya perubahan yang diprakarsai oleh kudeta militer.
Menurut laporan The Independent, Jumat (24/11/2017), Mugabe akan menjadi inspektur kehormatan sebagai tanda kepergiannya saat menghadiri upacara peresmian yang akan diselenggarakan di Stadion Olahraga Nasional di Harare, sebelum Emmerson Mnangagwa dinyatakan sebagai kepala negara baru.
BACA JUGA: Hari Ini, Emmerson Mnangagwa Dilantik sebagai Presiden Zimbabwe
Laporan tentang peran Mugabe dalam peresmian tersebut terjadi karena ada konfirmasi lebih lanjut bahwa dia dan istrinya Grace, menghadapi tuduhan pelecehan dan korupsi, justru diberi kekebalan hukum sebagai imbalan atas pengunduran dirinya.
Seorang pejabat Zanu-PF mengatakan bahwa pra berusia 93 tahun itu bersikeras selama pembicaraan mengenai pengunduran dirinya, tidak akan pergi ke pengasingan dan tidak mau mati di luar tanah airnya. Hal tersebut sesuatu yang sangat emosional baginya.
Sekadar diketahui, Robert Mugabe akhirnya resmi mengundurkan diri sebagai Presiden Zimbabwe pada Selasa 21 November. Hal tersebut disampaikan oleh ketua parlemen Zimbabwe. Pengumuman tersebut muncul saat sidang parlemen yang menginginkan pencapaian dan membuat negara tersebut ke era baru.
BACA JUGA: Delapan Hari Penuh Drama, Presiden Zimbabwe Akhirnya Resmi Mengundurkan Diri
Langkah itu mengakhiri krisis berkepanjangan selama delapan hari di ibu kota Zimbabwe, Harare, di mana kelompok militer mengambil alih ibu kota pada pekan lalu untuk menghalangi bangkitnya kekuasaan istri Mugabe dan faksi dalam partai Zanu-PF.
Mugabe mendapat jaminan kekebalan (imunitas) dari tuntutan hukum serta keselamatan dirinya selama berada di wilayah kedaulatan Zimbabwe. Jaminan tersebut adalah bagian dari kesepakatan pengunduran dirinya.
Jelang pengucapan janjinya, Emmerson Mnangagwa mendesak warga Zimbabwe untuk tetap sabar dan damai. Ia meminta warganya untuk berhenti melakukan balas dendam.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)