JAKARTA - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa kasus yang membelenggu Setya Novanto (Setnov) memiliki dampak pada persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018.
"Tetapi hiruk pikuk (kasus Setnov) pasti memiliki implikasi walaupun sedikit pada kandidat (peserta pilkada)," ujar Dedi dalam acara Polemik Radio MNC Trijaya Network bertema 'Beringin Diterpa Angin' di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (25/11/2017).
Bupati Purwakarta ini menyatakan bahwa dampak kasus Setnov tertolong dengan karismatik dan citra di masyarakat terhadap sosok individu calon kepala daerahnya masing-masing. "Karena Pilkada itu adalah kekuatan individu yang dicalonkan bukan terletak pada partai," ucap dia.
Meskipun begitu, Dedi mengimbau Partai Golkar harus tetap menyelesaikan polemik yang menjerat Setnov. Menurutnya, partai berlambang pohon beringin ini harus segera bangkit dari keterpurukan dan menata masa depan dengan baik.
"Ketika menyebut Golkar muncul sesuatu yang positif maka harus ditinggalkan segera masa lalu mambangun masa depan," papar Dedi.
Disisi lain, Dedi mengingatkan golkar harus fokus menyiapkan kemenangan untuk Joko Widodo (Jokowi) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Bahkan, kata dia Golkar harus juga menyiapkan calon pendamping Jokowi.
"Sehingga membicarakan Golkar itu bicarakan karya, bicara Golkar bicara kepentingan rakyat dan perubahan, serta kemajuan ekonomi," tutup Dedi.
(Ulung Tranggana)