Natal Membuat Para Tentara yang Tengah Berperang Menjatuhkan Senjata di Masa PD I

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis
Senin 25 Desember 2017 06:00 WIB
Para tentara menghentikan perang dan bermain sepakbola dengan musuh di masa PD I. (Foto: Wikipedia)
Share :

TEPAT pada tengah malam dan ketika hari berganti memasuki tanggal 25 Desember 1914, para tentara serempak berhenti menembakkan senjata mereka. Dimulai dari para tentara Jerman yang berhenti menyerang dan menyimpan artileri mereka untuk sementara.

Para pejuang Negeri Panser itu kemudian mulai menyanyikan lagu-lagu Natal. Pada titik-titik tertentu di sepanjang front timur dan barat yang menjadi lokasi berlangsungnya Perang Dunia (PD) I, tentara Rusia, Prancis, dan Inggris mendengar nyanyian para tentara Jerman ini demikian sebagaimana dilansir dari History, Senin (25/12/2017).

Ikut larut dalam kebahagiaan membuat tentara-tentara dari beberapa negara itu ikut bergabung dengan tentara Jerman dan menyenandungkan nyanyian yang menggembirakan. Pada saat fajar menyingsing, banyak tentara Jerman keluar dari parit tempat persembunyian mereka dan pergi mendekat ke para pasukan sekutu.

Di zona berbahaya itu, para tentara Jerman kemudian berteriak "selamat natal" dengan keras. Uniknya, mereka mengucapkan kalimat ini bukan dengan Bahasa Jerman melainkan menggunakan bahasa dari musuhnya. Pada mulanya para tentara sekutu khawatir jika teriakan selamat itu hanya merupakan sebuah tipuan.

Namun mereka yang mengintip mendapati para tentara Jerman tak membawa satu pun senjata. Dan pada akhirnya tentara sekutu pun memanjat keluar dari parit persembunyian mereka dan berjabat tangan dengan tentara musuh. Pejuang-pejuang medan perang itu saling bertukar rokok dan puding prem serta menyanyikan lagu.

Bahkan sebuah dokumentasi sejarah dari pasukan sekutu menunjukkan beberapa tentara bermain sepak bola bersama. Natal membawa berkah gencatan senjata dalam perang yang telah berlangsung lima bulan lamanya. Momen ini menjadi contoh terakhir dari persatuan tentara yang saling bermusuhan. Karena sayangnya momen seperti ini tak terulang di perang-perang selanjutnya.

(Rufki Ade Vinanda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya