WASHINGTON – Di tengah lawatannya di India, Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu mengatakan bahwa ia yakin Amerika Serikat akan memindahkan kedutaan besarnya (kedubes) ke Yerusalem pada tahun ini. Namun, pernyataan Netanyahu tersebut segera dibantah oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Menjelang akhir tahun? Kita berbicara tentang skenario yang berbeda, maksud saya jelas itu akan bersifat sementara. Kami belum berpikir untuk melakukannya. Tidak," ungkap Presiden Trump, dinukil dari Reuters, Kamis (18/1/2018).
BACA JUGA: PM Israel Yakin AS Akan Pindahkan Kedutaan Besarnya ke Yerusalem Tahun ini
Sementara Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson beberapa waktu lalu mengatakan bahwa tindakan pemindahan kedutaan akan dilakukan tiga tahun lagi. Perencanaan waktu tersebut dibuat untuk menemukan letak kedubes serta membangun perumahan untuk para diplomat.
Membalikkan kebijakan Amerika Serikat yang telah dijalankan selama beberapa dekade, Presiden Trump pada awal Desember 2017 mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan membuat keputusan untuk memindahkan kedubes yang berada di Tel Aviv ke Yerusalem. Hal tersebut pastinya membahayakan usaha perdamaian di Timur Tengah. Palestina pun menganggap bahwa pengakuan tersebut adalah bentuk keberpihakkan Amerika Serikat terhadap Israel.