Selain membahas mengenai arsitektur kawasan Samudera Hindia, kedua pemimpin juga menyoroti mengenai krisis yang terjadi di Provinsi Rakhine Myanmar. Presiden Jokowi juga menyatakan akan terus bekerjasama dengan Bangladesh menyebarkan ukhuwah Islamiyah serta nilai-nilai toleransi dan perdamaian.
“Kita juga harus saling membantu dalam memakmurkan umat Islam di seluruh dunia antara lain melalui kerja sama OKI (Organisasi Kerjasama islam),” ungkap Presiden.
Usai pertemuan, Indonesia dan Bangladesh menandatangani lima nota kesepahaman (MoU) dalam berbagai bidang kerjasama, yaitu:
- MoU on Foreign Office Consultation;
- Joint Communique on the cooperation to Combat IUU Fishing;
- Joint Ministerial Statement on the Launching of the Negotiations for Indonesia-Bangladesh Prefential Trade Agreement;