KARANGASEM - Puluhan kelompok nelayan di Banjar Dinas Pengalon, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem menyatakan dukungan kepada calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace).
Ketua Kelompok Nelayan Banjar Dinas Pengalongan, Wayan Kuat Giarta mengatakan, di Desa Antiga Kelod ada 4.073 suara dan di Banjar Dinas Pengalongan ada 1.200 suara.
“Kami siap mendukung dan memilih Koster-Ace pada Pilgub Bali 27 Juni 2018 mendatang," terangnya di Karangasem, Kamis (15/3/2018).
Giarta mengatakan beberapa hal yang menjadi kendala petani garam selama ini. Salah satunya adalah mesin penarik air dan meja. Pihaknya percaya program Koster-Ace yang dituangkan dalam konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
"Kami sudah tahu dalam program Bapak salah satunya ada yang memberi perhatian khusus dengan nelayan, dalam hal ini petani garam," terangnya.
Menanggapi hal itu Koster mengaku sudah tahu persoalan yang dihadapi nelayan. Dia mengatakan, untuk persoalan garam, salah satu hal yang akan diprioritaskan.
"Kami hitung berapa kebutuhan dan berapa kita bisa memenuhi kebutuhan garam kita. Akan saya cek. Kami mau mengembangkan industri garam," katanya.
Menurutnya, potensi penghasil garam di Bali ada tiga wilayah utama, yakni Buleleng, Jembrana, dan Karangasem.
"Tiga kabupaten ini penghasil garam. Di sini kan sudah ada koperasinya. Nanti, koperasi yang seluruhnya akan mengurusi garam ini mulai dari pengolahan hingga pemasarannya," terangnya.
Dia menjelaskan, nantinya ada proses pendampingan akan diberikan oleh tenaga ahli yang ditunjuk oleh Pemprov Bali kelak ketika dirinya terpilih sebagai Gubernur Bali.
"Kami akan jadikan koperasinya seluruhnya untuk menghasilkan, mengolah dan menjual garam. Pemasarannya ditangani Pemprov Bali. Nanti aturannya kita buat," ungkapnya.
Pihaknya juga ingin meningkatkan kualitas garam yang dihasilkan petani garam di Bali.
"Teknologinya kami pikirkan agar menghasilkan garam dengan kualitas yang baik,”pungkasnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)