Setya Novanto Sebut Ada Aliran Dana ke Golkar, Ini Tanggapan Idrus Marham

Badriyanto, Jurnalis
Jum'at 23 Maret 2018 17:55 WIB
Idrus Marham (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Politikus Golkar Idrus Marham angkat bicara menyoal keterangan terdakwa korupsi proyek pengadaan e-KTP Setya Novanto yang menyebut ada aliran dana dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar pada Juni 2012 silam saat Menteri Sosial (Mensos) itu masih menjabat sebagai Sekjen Golkar.

Menurut Idrus, keterangan Setya Novanto itu tidak benar, dana dimaksud itu adalah uang yang kebetulan tidak diketahui oleh Setya Novanto asal-usulnya. Menindak lanjuti pernyataan Setya Novanto di sidang Tipikor itu Idrus langsung menemui yang bersangkutan untuk mengklarifikasi.

(Baca Juga: Keterangan Setnov di Sidang E-KTP Dinilai Berpeluang Jadi Informasi Palsu)

"Saya tadi ketemu Novanto mengklarifikasi, sebenarnya apa yang dimaksudkan. Jadi Setya Novanto menjelaskan bahwa pada waktu itu ada uang yang ia tidak tahu seperti apa, bahwa uang itu dari mana dan lain-lain sebagainya," kata Idrus saat jadi narasumber rilis hasil survei Indo Barometer Pilakada Sumut di Senayan, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Idrus melanjutkan, dalam pertemuan dengan Setya Novanto itu akhirnya sudah jelas dan terang tidak ada sepeser pun dana e-KTP yang masuk ke acara Rapimnas Golkar. Idrus meminta agar publik tidak perlu lagi mengaitkan-ngaitkan kasus korupsi Setya Novanto dengan partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Karena itu sudah diselesaikan, tidak ada masalah, itu tidak ada di Golkar dan tidak ada dan sudah diselesaikan, sudah tidak ada masalah. Dan itu hasil pertemuan saya tadi dengan Bapak Setya Novanto," tegasnya.

Sebelumnya, mantan Ketua DPR RI itu mengungkapkan bahwa aliran dana proyek pengadaan e-KTP ada yang mengucur untuk pembiayaan Rapimnas Partai Golkar. Informasi itu, kata Setnov didapatkan dari keponakannya sendiri Irvanto Hendra Pambudi.

Terkuaknya hal ini, berawal dari Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta yang menanyakan soal pemeriksaan Setnov dan Irvanto di KPK. Pada pemeriksaan kemarin, Setnov dan Irvanto memang tiba-tiba diperiksa oleh penyidik KPK.

(Baca Juga: Setnov Ungkap Aliran Duit Proyek E-KTP Mengucur ke Rapimnas Golkar)

Setnov memaparkan, pada 2012 lalu Irvanto memang sempat berkontribusi dalam Rapimnas Partai Golkar. Menurutnya, saat itu memang ada kekurangan uang yang sisanya belum dibayarkan.

Menurut Setnov, saat itu Irvanto sempat menyampaikan kepadanya jika kekurangan uang untuk Rapimnas telah dibayarkan oleh Irvanto. Awalnya, Setnov menduga uang tersebut hasil kerja Irvanto bersama pengusaha pelaksana proyek e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya