JAKARTA - Puluhan nyawa melayang setelah menenggak minuman keras (miras) oplosan. Polri pun mengajak semua elemen masyarakat agar ikut serta dalam memerangi miras oplosan tersebut.
"Miras oplosan ini, kita harus perangi bersama tak bisa polisi sendiri. Karena partisipasi masyarakat menjadi hal paling utama seperti dari orangtua, lingkungan sekolah, warga dan tempat ibadah," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Mohammad Iqbal, kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (9/4/2018).
Ia melihat, korban yang berjatuhan, karena miras oplosan itu, kebanyakan anak muda pada saat hari libur. Maka itu, peran orangtua, guru sekolah, juga perlu dimaksimalkan.
"Kami mohon bantuan partisipasi masyarakat. Memang ada perda-perda yang mengatur, tetapi apakah perda itu dapat menjadi ini semua menjadi patuh? Tidak, karena korbannya anak-anak, umurnya masih belasan tahun kan kasian," tuturnya.
(Baca Juga: Memakan Korban Jiwa, Polres Jakpus Musnahkan Ribuan Botol Miras Oplosan)
Ia menjelaskan, meminum miras merupakan budaya orang yang kedinginan, sedangkan disini sudah tidak dingin, malah panas. Untuk itu, mari semuanya bekerja sama dengan kepolisian untuk lakukan imbauan melarang anak-anaknya keluar larut malam pada hari libur.
"Lebih baik belajar atau ke masjid atau gereja. Terus juga RT/RW, jangan hanya simbol. RT/RW itu, bapaknya rukun tetangga disana. Babinsa dan babinkamtibmas selalu keliling, tapi kalau tidak dibantu masyarakat juga tidak bisa," ungkapnya.
(Arief Setyadi )