“Kita fasilitasi pelanggar dengan angkutan dari kita agar tetap bisa berangkat sekolah,” tegasnya.
Operasi patuh, kata dia, merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan ketertiban dalam berlalulintas. Semua pengendara wajib mentatati peraturan dan rambu-rambu berlalulintas. Setiap pelanggaran rawan menyebabkan kecelakaan yang bisa mengakibatkan kematian.
Salah seorang pengendara yang terjairng razia, Putri Andini, mengaku belum memiliki SIM dan tidak membawa STNK. Dia Nekat melanggar karena terpaksa harus naik motor untuk pergi ke sekolah. Sebab tidak ada angkutan dan tidak ada yang bisa mengantar jemput.
“SIM belum punya, STNK tidak bawa,”ujarnya. Beruntung dia diantarkan polisi ke sekolah.
(Awaludin)