BULAN Ramadan di Indonesia diwarnai ragam tradisi unik dan kuliner khas yang biasa tersedia untuk santapan berbuka atau makan sahur. Maka, para pedagang pun keciprat berkah dengan datangnya bulan suci. Mereka mulai menyiapkan stok bahan takjil untuk melayani permintaan saat Ramadan.
Di antara sederet makanan khas berbuka puasa, cincau, kolang-kaling, timun suri hingga kelapa muda termasuk paling dicari warga. Makanan itu bisa disajikan dalam berbagai bentuk hidangan lezat. Tak heran jika pedagang cincau, kolang-kaling, kelapa muda menjamur di bulan puasa, di pasar-pasar, kaki lima, trotoar atau pinggir jalan.
Rojikin (58), pelaku usaha cincau di Pancoran Barat XI, Jakarta Selatan mengaku bahwa tiap Ramadan permintaan selalu meningkat bahkan dua kali lipat dibanding hari biasa. Dia mulai bersiap menghadapi kenaikan order cincau.
Rojikin sudah menyetok daun cincau dalam jumlah banyak. Ia membuat sendiri cincau lalu memasarkannya. Pembuatannya adalah mencampur daun cincau dengan aci atau tepung tapioka.
“Pembuatan cincau itu kira-kira membutuhkan waktu 5 sampai 6 jam,” kata Rojikin yang sudah 20 tahun bergelut dengan cincau saat ditemui Okezone tengah pekan ini.
“Biasanya cincau murni saya jual dengan harga Rp6.000 dalam kemasan plastik.”
Cincau bisa diolah menjadi aneka kuliner nikmat untuk berbuka, baik sebagai minuman maupun kudapan. Cincau diyakini bisa mengatasi gejala panas, penyakit ginjal dan melancarkan pencernaan.
Serupa cincau, kelapa muda juga termasuk paling dicari saat Ramadan. Pedagangnya pun mulai ambil ancang-ancang menyiapkan stok menghadapinya banyak permintaan.
Nana (48) misalnya. Penujual kelapa di Ciputat, Tangerang Selatan itu mengaku sudah memesan 1.000 butir kelapa muda kepada penyalur untuk persiapan Ramadan.
“Kalau bulan Ramadan pemasukannya sangat tinggi, di mana omzet per harinya bisa menyentuh sampai diangka Rp2 juta,” tutur Nana yang sudah 25 tahun jualan kelapa muda.
Kelapa muda multifungsi. Selain airnya bisa diminum langsung untuk pelepas dahaga, kelapa muda yang kaya akan vitamin juga bisa diolah menjadi aneka menu takjil.
Kolang-kaling juga paling diminta saat Ramadan dan mudah ditemui di mana saja. Tak heran jika saat bulan puasa, penjaja kolang-kaling menjamur dan harganya juga bisa saja naik karena permintaan meningkat.
“Saat bulan ramadhan kolang kaling permintaanya rame, sehingga membuat harga menjadi naik,” cerita Maman, penjual kolang-kaling di Pasar Ciputat.
Maman sudah mengorder 4 ton kolang-kaling dari Padang, Sumatera Barat untuk dijual di Ciputat saat Ramadan. Ia optimis persediaan itu akan habis.
Kolang-kaling yang memiliki kandungan gizi seperti potasium, kalsium, vitamin A, vitamin B, gelatin, galaktomanan, dan karbohidrat bisa dijadikan bahan aneka kuliner. Misalnya kolak, sop buah, es campur, manisan dan lainnya.
Rojikin, pemilik usaha cincau (Haris/Okezone)
Ramadan memang bukan saja bulan meningkatkan amal ibadah, tapi berkahnya juga dirasakan warga karena perekonomian makin hidup. Banyak masyarakat memanfaatkannya dengan menjual minuman dan kuliner berbuka puasa.
Di Jakarta, saat Ramadan, penjaja takjil mudah dijumpai di mana-mana. Banyaknya warga yang berkerumun di lapak-lapak penjual takjil kerap memicu kemacetan karena badan jalan jadi menyempit.
Tempat-tempat yang biasa jadi pusat jajanan kuliner buka puasa di Ibu Kota di antaranya sepanjang Jalan Panjang, Kelapa Dua, Jakarta Barat; Pasar Bendungan Hilir, Jakarta Pusat; Melawai, Pasar Tebet, Jakarta Selatan; Jalan Balai Pustaka, Jakarta Timur; Jalan Sabang, Pasar Senen, Tanah Abang, Jakarta Pusat;