3. Ustaz Syafiq Riza Basalamah
Seorang penceramah Islam lulusan Universitas Islam Madinah, dengan predikat “Summa Cumlaude”. Disertasinya berjudul Juhuudu Al Muassasaat wal Hai’aat Al Islaamiyyah Fi Indonesia Fi At Tashoddi Li At Tanshiir (Usaha Organisasi dan Lembaga Islam di Indonesia Dalam Membendung Kristenisasi). Dalam menyampaikan kajian ceramahnya, Dr. Syafiq Riza Basalamah melakukannya dengan cara detail, mendalam, dengan pembahasan yang penuh dalil baik dalil naqli maupun aqli.
Kejadian yang sama pernah menimpa Ustaz Syafiq Reza Basalamah, tapi dia sebelum memberikan ceramah sudah ditolak oleh GP Ansor NU Kota Malang pada Jumat 28 Juli 2017. Ceramah yang sedianya bakal digelar di Masjid Manarul Islam, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang itu urung dilaksanakan.
4. Ustaz Adi Hidayat
Ustaz Adi Hidayat adalah seorang ustaz yang lahir pada tanggal 11 September 1984 di Pandeglang Provinsi Banten. Pendidikan pasca sarajna beliau diselesaikan di Islamic Call College Tripoli, Libya. Dan untuk magister beliau mengambil di Agama Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Aktifitas Ustaz Adi Hidayat diisi menjadi narasumber, mengisi tausiah, dan berbagai kegiatan keagamaan yang lainnya.
5. Ustaz Bachtiar Nasir
Ustaz Bachtiar Nasir adalah seorang Da’i dan Ulama yang sangat sering mengkaji dan mendalami Ilmu-Ilmu Alquran. Ustadz yang memimpin Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center ini juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ketua Alumni Saudi Arabia se-Indonesia serta Ketua Alumni Madinah Islamic University se-Indonesia. Ia juga tercatat pernah menjadi Pengurus Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Beliau pernah mendapatkan pencekalan untuk muncul di salah satu acara TV swasta nasional. Hal ini terkait apa yang dia suarakan terkait penistaan agama Al Maidah 51 oleh Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Khoiruddin mengatakan, pihaknya akan menambah nama-nama ustaz yang dinilai pantas untuk memberikan kajian. Kini, pihaknya tengah mendiskusikan dengan lembaga-lembaga dakwah yang ada di Tanah Air untuk memberikan masukan agar tak terjadi kekeliruan.
“Data ini dinamis sifatnya. Ini kami sedang lakukan updating, lagi kerja sama dengan lembaga dakwah agar yang tidak masuk bisa masuk,” kata Khoiruddin saat dihubungi Okezone, Selasa (22/5/2018).
Masukan dari organisasi kemasyarakatan (Ormas) juga akan ditampung dan disaring terkait penambahan nama tersebut. sehingga, pihaknya tak menelan secara mentah-mentah soal rekomendasi yang diberikan oleh ormas-ormas Islam. Pihaknya ingin nantinya nama yang masuk itu mempunyai kapasitas yang bisa menyiarkan ilmu-ilmu Islam secara benar.
“Tergantung dari usulan-usulan lembaga masyarakat. Tapi tentunya kami saring juga agar kapasitas keilmuan agamanya baik,” pungkasnya.
(Fiddy Anggriawan )