JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meluncurkan radar cuaca di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Radar cuaca Sintang merupakan radar cuaca milik BMKG yang ke-41 dari 60 radar cuaca yang diperlukan di wilayah Indonesia.
Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono Rahadi Prabowo radar tersebut adalah radar jenis C-band Dual Polarisasi, yaitu radar yang dapat memancarkan dan menerima gelombang mikro (mikrowave) secara vertical dan horizontal. Teknologi radar cuaca Sintang, sambungnya, adalah yang terbaru dan digunakan pertama ini kali di Bandara Tebelian ini.
“Kami ingin membangun stasiun pengamatan di kabupaten dan kota seluruh Indonesia. Pembangunan Gedung Radar Cuaca di kawasan Bandara Tebelian Sintang telah dimulai sejak tahun 2017 lalu," ujarnya melalui keterangan resmi yang diterima Okezone, Kamis (16/8/2018).
Mulyono menambahkan, radar cuaca ini mampu mendeteksi fenomena cuaca dan non cuaca. Fenomena cuaca yang dapat dideteksi seperti hujan, badai, petir, salju dan butir es. Sementara dan fenomena non-cuaca seperti asap, dan abu vulkanik. Teknologi terbaru itu memiliki jangkauan wilayah hingga radius 240 km dan dengan interval waktu pelaporan setiap 10 menit.
Menurutnya, radar tersebut sangat baik untuk pemantauan potensi hujan secara real time, sehingga sangat berguna dalam proses pembuatan informasi peringatan dini cuaca ekstrem.
Pasalnya, Jika radar cuaca dapat memprediksi cuaca lebih detail dan akurat, maka dapat menghindari kerugian pembangunan akibat faktor cuaca ekstrem. Sehingga keberadaan radar tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah, salah satunya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.