Selayang Pandang Proklamasi Indonesia
Pembacaan Naskah Proklamasi sendiri melalui proses panjang pada masanya. Singkat cerita, pernyataan kemerdekaan itu merupakan desakan dari kaum muda Indonesia yang dikomandoi oleh Sutan Syahrir. Kala itu, Soekarno dan Hatta merupakan kaum tua yang dijadikan patron rakyat Indonesia.
Syahrir mendesak Soekarno agar mendklarasikan kemerdekaan Indonesia dengan segera. Momentum jatuhnya Jepang ke tangan Amerika dan sekutu atau peristiwa Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki, dijadikan alasan momentum yang tepat untuk menyatakaan Indonesia merdeka.
Sehari sebelum pembacaan, kaum muda bahkan sempat "menculik" Soekarno,Hatta dan beberapa tokoh lainnya ke Rengasdengklok. Hal itu dikenang dengan sebutan Peristiwa Rengasdengklok.
Peristiwa itu menjadi ajang tokoh kaum muda, seperti Chaerul Saleh, Sukarni dan Wikana untuk mendesak Soekarno agar menyatakan kemerdekaan Indonesia. Strategi inipun tercetus setelah tokoh muda kala itu berdiskusi dengan sosok Tan Malaka seorang tokoh nasional yang "diabaikan".
Setelah melalui perdebatan alot antaran kaum tua dan muda, alhasil 16 Agustus 1945 malam, Soekarno menyetujui bahwa Indonesia harus segera menyatakan kemerdekannya.
(Khafid Mardiyansyah)