Batal ke Pyongyang, Menlu AS Pompeo Telepon Menlu Korsel

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Sabtu 25 Agustus 2018 19:19 WIB
Menlu AS Mike Pompeo saat bertemu Menlu Korsel Kang Kyung-wha di New York, pada 20 Juli 2018. (Getty Images)
Share :

PEMERINTAH AS dan Korea Selatan tetap berkomitmen untuk melanjutkan dialog dengan Korea Utara, walaupun Menlu AS membatalkan kunjungannya ke Pyongyang.

Pembatalan kunjungan Menlu Mike Pompeo diungkapkan oleh Presiden Donald Trump melalui pesan di akun Twitternya pada Jumat (24/8/2018) waktu setempat.

Dalam cuitannya, Trump menjelaskan alasannya membatalkan kunjungan Pompeo ke Korut karena negara itu dianggap tidak melakukan langkah cukup maju dalam penghentian proyek nuklirnya.

Dan pada Sabtu (25/8) pagi, seperti dilaporkan Kantor berita Korsel, Yonhap, Menlu AS Mike Pompeo menghubungi Menlu Korsel, Kang Kyung-wha, untuk menjelaskan alasan pembatalan serta upaya ke depannya.

Dalam percakapan telepon, menurut keterangan Kemenlu Korsel yang dikutip dari Yonhap, Pompeo menyarankan agar digelar pertemuan untuk membicarakan perdamaian di semenanjung Korea.

Dilaporkan, baik AS maupun Korsel, menyatakan tetap memiliki "kemauan keras" untuk mendorong upaya perdamaian bersama di kawasan itu.

Kang sependapat dengan pernyataan Pompeo untuk bekerja sama dalam melanjutkan dialog dengan Korea Utara, demikian keterangan Kemenlu Korsel.

Dalam komunikasi itu, AS dan Korsel bertekad mempertahankan momentum agar dialog dengan Korea Utara tetap bisa berlanjut.

Mengapa Menlu AS Batal ke Korut?

Dalam cuitannya di akun Twitternya, Presiden Trump mengeluh terhadap Korut yang dianggapnya tidak melakukan langkah maju untuk menghentikan program nuklirnya, dan Trump juga menyalahkan China.

Dia menuduh China tidak melakukan upaya yang cukup untuk menekan Korea Utara - karena terkait perang dagang dengan AS.

Trump kemudian meminta Pompeo membatalkan kunjungannya ke Pyongyang dalam waktu dekat.

Perkembangan terbaru sikap AS ini bertolak belakang dengan semangat yang dibangun saat pertemuan puncak Trump dengan pemimpin Korea Utara pada bulan Juni di Singapura.

(Baca Juga : Trump Perintahkan Pompeo Tunda Kunjungan ke Korea Utara)

Ketika itu Trump mengatakan bahwa program nuklir Korut bukan lagi ancaman. Namun setelahnya, ada sejumlah laporan yang menyebutkan bahwa Korut tidak membongkar fasilitas nuklirnya.

Salah satu peringatan terbaru itu dimunculkan seorang pejabat AS, yang tidak disebutkan namanya, yang mengatakan kepada Washington Post bahwa Korea Utara tampaknya sedang membangun rudal balistik antarbenua yang baru.

Badan nuklir PBB (IAEA) juga mengatakan bahwa Korea Utara tetap melanjutkan program nuklirnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya