Buntut 12 Demonstran Tewas, PM Irak Didesak Mundur

Agregasi VOA, Jurnalis
Minggu 09 September 2018 10:00 WIB
Para pengunjuk rasa Irak berdiri di tembok dalam demonstrasi anti pemerintah di Basra, 7 September 2018. (Reuters)
Share :

Kerusuhan itu telah memaksa Kementerian Dalam Negeri untuk menerapkan jam malam di Basra.

Seorang pejabat di bandara Basra mengatakan tiga roket Katyushka buatan Russia menghantam pinggiran bandara itu pada Sabtu pagi, tapi tidak ada laporan mengenai korban. Tidak ada orang atau kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dan operasi bandara tetap berjalan seperti biasa.

Pada Jumat (7/9), ratusan demonstran di Basra menyerbu konsulat Iran di kota itu dan membakarnya sambil menyerukan “Iran keluar dan Bebaskan Irak.”

Berbagai sumber mengatakan bahwa penduduk di kota yang penduduknya sebagian besar warga Syiah menuduh partai-partai politik yang didukung Iran mengadakan campur tangan dalam urusan dalam negeri Irak.

Media Arab melaporkan bahwa Iran telah menutup perbatasannya dengan Irak setelah serangan atas konsulatnya dan mendesak warga Iran agar meninggalkan Basra dengan segera.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya