Kekurangan Pasukan, Militer Jerman Pertimbangkan Rekrut Warga Negara Uni Eropa

Indi Safitri , Jurnalis
Senin 31 Desember 2018 17:24 WIB
Foto: Reuters.
Share :

BERLIN - Militer Jerman tengah mempertimbangkan untuk merekrut warga non-Jerman dari Uni Eropa untuk mengisi bertahun-tahun kurangnya investasi di bidang pertahanan yang menuai kritik dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan sekutu NATO lainnya.

Dilaporkan BBC, Senin (31/12/2018) Inspektur jenderal Angkatan Darat, Eberhard Zorn mengatakan kepada surat kabar Jerman Funke bahwa militer harus "melihat ke segala arah di saat mengalami kekurangan personel yang memenuhi syarat”. Zorn mengatakan, warga negara Uni Eropa dapat menjadi pilihan untuk mengisi beberapa bidang yang diperlukan seperti dokter dan spesialis teknologi informasi (IT).

Dia mengakui bahwa militer Jerman atau Bundeswehr memang membutuhkan personel dan bahwa tentara harus melakukan berupaya keras untuk sebuah mendapatakan generasi baru yang sesuai.

Undang-undang di Jerman saat ini hanya mengizinkan warga negara Jerman untuk menjadi anggota militer.

Zorn mengakui bahwa gagasan warga negara Uni Eropa yang bergabung dengan tentara Jerman merupakan hal yang sulit diterima oleh negara-negara lain, terutama yang berada di timur Berlin.

Jerman juga telah menetapkan tujuan meningkatkan personel militernya sebanyak 21.000 dalam waktu sekira tujuh tahun. Kekuatan personel militer Jerman saat ini terdiri lebih dari 182.000 personel berseragam.

Jerman dan negara-negara Eropa lainnya telah dikritik karena tidak mengeluarkan cukup uang untuk militer meskipun ancaman semakin meningkat di Eropa.

Selama KTT NATO di musim panas, Trump mengkritik negara-negara seperti Prancis dan Jerman karena gagal memenuhi komitmen mereka.

"Banyak negara di NATO, yang kami harapkan untuk bertahan, tidak hanya tidak dapat memenuhi komitmennya saat ini sebesar 2 persen, tetapi juga menunggak selama bertahun-tahun dalam pembayaran yang belum dilakukan," tulisnya di Twitter dengan pertanyaan, “Apakah mereka akan membayar AS kembali?”

Pemerintah Jerman baru-baru ini berkomitmen untuk meningkatkan anggaran pertahanannya dari 1.2 persen menjadi 1.5 persen dari produk domestik bruto pada 2024, menurut BBC.

Angka ini jauh di bawah 2 persen dari PDB yang harus dikeluarkan negara-negara NATO.

Dilaporkan BBC, saat ini, militer Jerman sangat tidak siap untuk potensi konflik, dengan banyak kekuatan tidak siap untuk bertempur.

Sebuah laporan di Die Zeit mengklaim pesawat tempur, tank, helikopter dan kapal yang ada juga dalam kondisi yang "sangat buruk", serta tidak adanya kapal selam atau pesawat transportasi besar yang siap tempur.

Dari hampir 100 tank yang baru dibuat, jet tempur dan helikopter, hanya sepertiga dari jumlahnya yang benar-benar siap untuk dikerahkan.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya