JAKARTA - Direktur Program Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Aria Bima tak memungkiri bila pihaknya memang meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk mencoret nama mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dari panelis debat capres-cawapres pertama.
Aria menjelaskan, pihaknya melihat adanya indikasi ketidaknetralan dari mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu lantaran yang bersangkutan pernah menjadi timses Anies-Sandi sewaktu Pilkada DKI 2017 lalu.
Baca juga: KPU Khawatir Capres-Cawapres Dipermalukan di Debat
"Timses memang menyampaikan surat kepada KPU terkait dengan hal yang menyangkut ketidaknetralan," kata Aria di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin, 7 Januari 2019.
Aria menegaskan, pihaknya tidak meragukan kompetensi keilmuan dan pengalaman Bambang Wijayanto.
Sementara itu, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso menyatakan pihaknya juga setuju terkait usulan pencoretan Bambag Widjojanto. Namun, BPN juga meminta panelis yang berasa dari Koordinator ICW Adnan Topan Husodo juga dicopot.
Baca juga; Debat Pertama Pilpres 2019 Terdiri dari 6 Segmen
"Akhirnya solusi didrop lah Mas BW. satunya lagi (yang didrop) adalah Adnan Topan Husodo. Meskipun kami juga senang nggak senang. Tapi, kami hargai Karena tetap memberi kesempatan kepada kedua pihak untuk cari solusi," jelasnya.
Setelah dua nama tersebut dicoret, panelis yang menguasai bidang korupsi digantikan oleh Ketua KPK Agus Rahardjo.
Baca juga: KPU Bocorkan Pertanyaan Debat Capres agar Tak Melenceng ke 'Sontoloyo & Genderuwo'
Selain itu, enam panelis debat perdana yang bertema hukum, ham, korupsi, dan terorisme menyisakan nama Prof. Hikmahanto Juwana (Guru Besar Hukum UI), Prof. Bagir Manan (Mantan Ketua MA), Ahmad Taufan Damanik (Ketua Komnas HAM), Bivitri Susanti (Ahli Tata Negara), dan Margarito Kamis (Ahli Tata Negara).
(Fakhri Rezy)