PARIS – Organisasi pengawas jurnalistik Reporter Without Borders meminta juru bicara yang bertanggung jawab untuk berbicara ke para demonstran “rompi kuning” Prancis untuk mengutuk berbagai serangan dan ancaman terhadap wartawan yang terjadi selama putaran terakhir demonstrasi anti pemerintah pada Sabtu, 12 Januari.
“Titik balik telah tercapai,” ujar Christophe Deloire, sekretaris jenderal pengawas hak media yang berbasis di Paris kepada saluran televisi BFM.
“Kami menghadapi situasi sangat serius yang mengancam situasi untuk menjadi lebih buruk,” katanya, setelah adanya laporan wartawan yang dipukuli, ditendang dan diancam dengan pemerkosaan selama demonstrasi rompi kuning pada Sabtu lalu.
“Kami meminta juru bicara rompi kuning untuk benar-benar mengutuk kekerasan yang meningkat terhadap jurnalis selama demonstrasi,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari AFP pada Senin (14/1/19).
Meski Deloire memberikan penghargaan kepada para demonstran yang membantu melindungi jurnalis, ia juga mengecam mereka yang melakukan “pemerasan anti-demokrasi yang tidak dapat diterima”.
BACA JUGA: Prancis Kembali Bergolak: Berikut yang Perlu Diketahui Tentang Gerakan Rompi Kuning