“Pak Prabowo ini tidak punya pengalaman administratur sipil, jadi kita belum tahu ni konkritnya apa, gagasannya apa. Mas Sandi pun biasa di swasta tentu minim pengalaman juga di sektor publik. Dia menjadi Wakil Gubernur dalam hitungan bulan udah pamit, ya kan? Jadi kami menunggu gagasan dari kubu Pak Prabowo dan Sandi," ujar Rian.
Lebih jauh, Rian turut menjabarkan tiga strategi konkret untuk menekan laju korupsi oleh Presiden Jokowi. Pertama, perizinan dilakukan dengan satu atap. Dengan begitu celah untuk korupsi menjadi tertutup.
Kedua, sambung dia, meningkatkan risiko orang untuk melakukan korupsi. Dengan peraturan baru, semua orang di Indonesia bisa menjadi “penyidik” tambahan KPK.
"Jadi semua orang bisa melaporkan korupsi yang mereka ketahui, dan nanti akan diberikan imbalan. Jadi koruptor-koruptor ini bukan hanya takut dengan kamera di kantor sekarang, takut dengan semua orang yang bisa melaporkan perbuatan korupsi," tambahnya.
(Baca Juga: Berikut Rute Dua Pasangan Capres-Cawapres Menuju Lokasi Debat)