Pentingnya Orangtua Aktif Awasi Anak Bermain Gadget

Fadel Prayoga, Jurnalis
Sabtu 26 Januari 2019 09:31 WIB
Seorang anak asyik menonton film kartun melalui gadget (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)
Share :

DI ZAMAN serba canggih, orangtua dituntut lebih intensif mengawasi anaknya dalam bermain smartphone atau gadget. Meski di satu sisi anak perlu melek teknologi, namun keranjingan bermain gadget tanpa terkontrol bisa menjadi bumerang bagi sang anak.

Lilik Kusmiati, salah satu orangtua yang anaknya masih duduk di bangku sekolah dasar mengaku punya trik khusus agar sang buah hati tak kecanduan menggunakan gadget.

Ia mengaku kerap mengingatkan anaknya bila dirasa sudah terlalu lama memegang perangkat elektronik canggih itu. Batas waktu yang diberikan pun hanya satu jam. Lilik berujar, alasan dirinya memperkenalkan gawai kepada anak-anaknya tak lain ialah agar mereka melek teknologi.

Dirinya tidak akan membiarkan sang buah hati bernama Faiz untuk bermain gadget tanpa ada pengawasan dari orangtua.

Menurut Lilik, alat itu akan berdampak positif dan memberi pengetahuan lebih kepada anak jika saja orangtuanya bisa mengendalikannya dengan baik.

"Kita main gadgetnya bersama. Sekadar tahu saja supaya anak enggak gaptek (gagap teknologi-red). Jadi, kalau ada temannya cerita dia bisa jawab 'aku juga tau' gitu," kata Lilik.

Sementara, Hedi, orangtua dari Zacky mengaku sengaja memberi waktu penggunaan gadget pada anaknya. Sebab, bila tidak diterapkan seperti itu maka akan menimbulkan efek jangka panjang yang negatif terhadap perkembangan sang buah hati.

"Nah, ancaman ini yang enggak diperhatiin sama orangtuanya. Gampang kasih gadget ke anaknya karena efeknya baru kelihatan dalam jangka panjang," ucap Hedi.

Saat mendampingi Zacky bermain game, dirinya selalu memberi pemahaman agar bisa dipraktikkan ke kehidupan nyata. Misalnya, ketika anak bermain game balap mobil untuk memenangkan permainan, maka dia harus mengendarai mobilnya dengan fokus, agar tidak menabrak mobil pengendara lain.

"Kasih pengertian anak tentang apa yang dimainin versus dunia nyata. Contoh balapan itu ada di game dunia nyata, maka berkendara harus saling menghormati," katanya.

Sementara itu, pemerhati anak, Seto Mulyadi mengakui jika di era kemajuan teknologi seperti saat ini, tak bisa menghindarkan anak-anak untuk tidak menggunakan gadget. Namun, sebaiknya pemakaian itu dilakukan secara bersama-sama dan di bawah pengawasan orangtua.

"Kalau misalnya mau main HP ya sama ibu atau ayah. Misalnya anak mau tahu sejarah perang Diponegoro. Berlangsung tahun berapa? Presiden Amerika ke-35 siapa? mungkin itu bisa dicari bersama," kata Seto kepada Okezone.

Pria yang karib disapa Kak Seto itu menilai, pemberian gadget terhadap anak usia dini tanpa pendampingan adalah keputusan keliru dari para orangtua di era millenial. Sebab, mereka belum pantas menerima perangkat elektronik yang bisa membuatnya berselancar tanpa batas (unlimited) di dunia maya.

"Kalau toh untuk tahap awal, HP sekadar untuk komunikasi saja. HP ya untuk telefon aja. Jadi, tidak usah yang terlalu canggih," ujar Kak Seto.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya