BOGOR - Wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) merebak di Kota/Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tercatat jumlah penderita penyakit yang dibawa oleh nyamuk aeges aghepty itu mencapai 363 orang dan telah memakan korban jiwa hingga 8 orang.
Menanggapi wabah DBD tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menekankan beberapa hal yang harus dilakukan untuk memberantas DBD, mulai dari kecamatan, puskesmas hingga warga.
(Baca Juga: Kemenkes: Jawa Timur Endemik DBD dengan Angka Kematian Tertinggi)
Menurutnya, fogging bukan satu-satunya upaya untuk memberantas DBD. Lengkapi fogging dengan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk 3M Plus (Gertak PSN 3M Plus) secara terus menerus untuk memberantas sarang nyamuk pembawa DBD.
"Seluruh aparatur wilayah dibantu puskesmas dan warga harus sosialisasikan ini (Gertak PSN 3M Plus) kepada warga yang lain. Masih banyak wargasalah paham tentang fogging ini, seolah-olah di fogging sekali nyamuk mati setahun tidak ada lagi," ujar Bima.
Selain itu, Bima meminta agar pemberantasan sarang nyamuk yang dilakukan seminggu sekali lebih digiatkan menjadi setiap hari dengan melakukan pemeriksaan secara detail dan menyeluruh pada titik-titik yang teridentifikasi nyamuk tersebut bersarang.