Medan pertempuran dan tarikan kepentingan para raksasa politik global bisa jadi dimulai di Indonesia pada tahun politik 2019 ini. Saat perhatian dan energi bangsa kita terpusat pada hajatan pemilu legislatif dan pemilu presiden yang digelar serentak, kita tak boleh lengah dan terseret dalam pusaran kepentingan negara adidaya. Justru sebaliknya, Indonesia harus mengambil momentum ini untuk mengukuhkan posisinya sebagai pemain aktif dalam dinamika geopolitik global dan kawasan.
Dengan tetap menjalankan doktrin politik luar negeri bebas aktif yang diselaraskan dengan semangat zaman baru, Indonesia harus terus berperan menjadi negara di Asia Tenggara yang aktif dan berani untuk menginterupsi apabila kebijakan luar negeri China berpotensi mengancam stabilitas keamanan regional maupun internasional.
Selain itu, pemerintah Indonesia juga perlu untuk terus berupaya dan mencermati setiap bentuk kerjasama antarnegara, khususnya dalam bidang teknologi informasi, sehingga tidak menyisakan celah untuk dimasuki unsur asing yang dapat mengancam kedaulatan dan keamanan negara. Dan, yang paling penting adalah bagaimana segenap komponen bangsa harus dididik untuk memiliki jiwa patriotisme dan nasionalisme yang dibekali wawasan geopolitik yang mumpuni, termasuk geostrategi dan geoekonomi agar tidak mudah terperangkap dalam skema kolonialisme gaya baru.
(Awaludin)