Habib Rizieq Ditantang Yusril untuk Bikin Partai, FPI: HRS Tidak Haus Kekuasaan

Fadel Prayoga, Jurnalis
Minggu 03 Februari 2019 06:46 WIB
Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra menantang Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) untuk membuat partai politik. Tantangan itu muncul setelah orang nomor satu di partai berlambang bulan sabit itu geram dengan adanya maklumat dari HRS yang menyuruh anggota FPI keluar dari PBB.

Menanggapi hal itu, Juru bicara FPI, Slamet Maarif mengatakan, HRS tak akan meladeni ocehan dari Yusril Ihza Mahendra tersebut. Menurut dia, pria berusia 53 tahun itu bukan merupakan seseorang yang haus akan kekuasaan, sehingga akan membuat suatu partai politik untuk mendapatkan sebuah jabatan.

“HRS tidak haus kekuasaan, jadi tidak akan buat partai,” kata Slamet kepada Okezone, Minggu (3/2/2019).

Sebelumnya, Yusril menyebut PBB merupakan partai yang berdaulat dan tidak bisa didikte oleh siapapun termasuk Habib Rizieq Shihab. Yusril bahkan menantang Habib Rizieq untuk membuat partai perlawanan‎ jika memang dia mampu.

"Kalau Habib Rizieq mau mendirikan perlawanan, silakan saja bikin partai sendiri daripada mau mengobok-obok PBB dari dalam. Kita lihat saja nanti, mampu tidak Habib Rizieq bikin partai. Jangan hanya omong kosong saja," tuturnya.

Saat ini, lanjut dia, anggota FPI yang terdaftar menjadi kader PBB sudah dipastikan mundur. Dengan begitu, ia melihat langkah PBB untuk memenangkan pertarungan di Pileg 2019 akan semakin kecil. Namun, ketika ditanyakan lebih detail berapa orang yang menyatakan resmi meninggalkan partai berlambang bulan sabit itu, ia tak menyebutkannya secara lebih rinci.

“Enggak usah disuruh keluar, semua kader FPI sudah mundur dari PBB. Sudah mundur semua,” ujarnya.

Sekadar informasi, Habib Rizieq Shihab menyerukan kepada seluruh kader serta caleg PBB yang berasal dari FPI untuk mundur dari partai pimpinan Yusril. Dalam maklumat‎nya, Habib Rizieq meminta agar anggotanya bergabung dengan Partai Islam atau membentu partai perlawanan.

Habib Rizieq juga menegaskan agar anggota FPI yang telah mendaftar menjadi caleg dari PBB agar tidak lagi berkampanye. Menurutnya, dukungan anggotanya lebih baik dialirkan kepada caleg partai Islam yang mendukung hasil Ijtima Ulama II.

Maklumat tersebut diserukan Habib Rizieq setelah Yusril atas nama PBB resmi memutuskan ‎mendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Rizieq yang tidak sepakat dengan keputusan Yusril, kemudian membuat maklumat tersebut langsung dari Makkah, Arab Saudi.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya