"Kita akan terus melayani, karena itu tugas utama kita. Jadi semua pasien yang berobat akan ditangani, nggak boleh ditolak," tuturnya.
(Baca Juga: 88 Kasus DBD Terjadi di Probolinggo, 1 Penderita Meninggal Dunia)
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tangsel M Ramlie menuturkan, serangan nyamuk Aedes Aegypti pembawa virus DBD melanda banyak wilayah di Indonesia. Tak terkecuali Kota Tangsel. Meski begitu, ia memuji kinerja Jumantik di 54 Kelurahan yang ada karena dinilai cukup optimal memotong mata rantai perkembangbiakan nyamuk DBD.
"Kalau nggak ada Jumantik, mungkin semua warga Pamulang sudah tepar (dirawat). Saat ini kan hanya beberapa saja yang dirawat," ujar Ramlie saat menghadiri Musrembang di Kantor Kelurahan Pondok Cabe Ilir.
(Arief Setyadi )