JAKARTA — Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali membuat pernyataan kontroversi dengan mengatakan kebocoran anggaran negara mencapai 25%. Menanggapi hal itu Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Ekonomi, Industri, dan Bisnis, Rizal Calvary Marimbo mengatakan, Prabowo menggunakan data yang ngawur.
“Kita juga enggak ngerti. Data-data ngarang terus dan tidak masuk akal sehat. Lagi-lagi ini pembohongan besar dan pembodohan. Beliau sedang ngibul apa oon? Seakan-akan ada kecelakaan besar dalam pengelolaan anggaran negara,” ujar Rizal di Jakarta dalam keterangannya, Jumat (8/2/2019).
Rizal mengatakan, Prabowo pernah melakukan hal serupa pada Pemilu 2014. Saat itu, kata Rizal, Prabowo mengatakan kebocoran anggaran negara sebesar Rp7.500 triliun. “Hingga saat ini Prabowo belum mampu membawa satu buktipun ke KPK untuk ditindaklanjuti. Ini sebuah pernyataan kebohongan besar atau ngibul besar,” ucap Rizal.
Ilustrasi
(Baca Juga: JK Nilai Prabowo "Lebay")
Dikatakannya, pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semakin hari semakin kredibel. Sehingga, kebocoran anggaran diperkirakan semakin hari semakin dapat ditekan. Sebaliknya, meningkatnya perlindungan dan kepastian hukum bagi pengguna anggaran, membuat belanja pemerintah tumbuh sangat cepat dalam tiga tahun.