Membeludaknya Volume Kendaraan Picu Kemunculan Parkir Liar

Wijayakusuma, Jurnalis
Sabtu 09 Februari 2019 13:27 WIB
Share :

BEKASI - Dewasa ini masyarakat semakin dimudahkan dalam memperoleh kendaraan dengan sistem kredit. Cukup hanya bermodalkan KTP serta KK, satu unit kendaraan bermotor sudah bisa didapatkan. Membludaknya volume kendaraan ini yang akhirnya membuat banyak parkir liar bermunculan, akibat minimnya ketersediaan lahan parkir resmi.

Kemunculan parkir liar yang memakan hak pejalan kaki karena menggunakan trotoar sebagai lahan parkir, sudah lama terendus pemerintah daerah. Namun entah kenapa keberadaan parkir liar ini masih terus eksis, bahkan bisa dibilang kian bertambah banyak.

Tak sedikit masyarakat khususnya para pengguna jalan yang mengeluhkan keberadaan parkir liar yang kerap berimbas macet dan mengganggu aktivitas mereka sehari-hari. Salah satunya parkir liar yang berada di Kayuringin, Bekasi Selatan tepat di belakang pusat perbelanjaan Bekasi Cyber Park (BCP).

"Yang jelas sebagai warga terganggu karena jalan jadi macet karena lalu lalang kendaraan baik yang akan parkir maupun yang sudah selesai parkir. Bagi pejalan kaki apalagi haknya jelas-jelas terampas karena trotoar digunakan parkir kendaraan," kata Afandi, warga Rawalumbu Bekasi kepada Okezone, Jum'at (8/2/2019).

Afandi mengaku sudah sangat jengkel dengan keberadaan parkir liar yang kerap ditemui di hampir seluruh sudut Kota Bekasi.

"Dikit-dikit harus bayar parkir, padahal gak jelas uang itu masuk ke kantong siapa. Bayangin kita cuma beli sesuatu dan yang kita cari ternyata gak ada. Tapi kita harus keluar duit buat bayar parkir itu tentu menjengkelkan. Biar cuma dua ribu kalau sering repot juga," keluhnya.

Warga pun menyayangkan sikap pemerintah daerah yang seolah tutup mata atas permasalahan yang sudah berjalan menahun ini.

"Itu bukti ada pembiayaran dari pihak Pemkot Bekasi dalam hal ini Dinas Perhubungan. Padahal jelas fungsi dari trotoar digunakan untuk pejalan kali bukan parkir kendaraan," tegasnya.

Afandi meminta pemerintah daerah dan aparat yang berwenang agar menindak tegas keberadaan parkir liar yang sudah sangat meresahkan masyarakat tersebut.

"Jangan pandang bulu, harus berani tegas ambil sikap lakukan penertiban. Kalau tidak berani saya curiga ada oknum pemerintah daerah menikmati setoran dari parkir liar," tutupnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya