Dia mencontohkan, seperti kegiatan gubernur kala berkunjung ke suatu kampung maka tokoh masyarakat di sana akan menyambutnya dengan palang pintu. Tradisi itu pun pernah diterapkan ketika Balai Kota DKI menerima kedatangan obor Asian Paragames 2018 beberapa waktu lalu.
Alberto menuturkan, agar budaya itu tak tegerus oleh pesatnya era perkembangan teknologi yang kian pesat, pihaknya pun sering berkomunikasi dengan sanggar dan komunitas-komunitas Betawi untuk membantu Pemprov DKI dalam menjaga kelestarian budaya itu.
"Kita sering melakukan komunikasi kepada sanggar-sanggar dan komunitas budaya Betawi," tuturnya.
Menurut Ali, animo masyarakat dalam melakukan tradisi palang pintu masih cukup tinggi. Apabila ada beberapa warga Betawi yang mulai meninggalkan kesenian palang pintu ketika melangsungkan akad nikah, bukan berarti budaya itu mulai punah di kawasan Ibu Kota.