Hary Tanoe Minta Caleg Perindo Luruskan Black Campaign yang Menyerang Jokowi

Taufik Budi, Jurnalis
Kamis 28 Februari 2019 12:02 WIB
Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo Beri Pembekalan kepada Para Caleg Perindo di Jawa Tengah (foto: Taufik Budi/iNews)
Share :

BATANG – Maraknya black campaign (kampanye hitam) akhir-akhir ini kian meresahkan masyarakat. Beragam kabar bohong dan ujaran kebencian banyak berseliweran di media sosial hingga menjadi konsumsi publik.

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mengimbau kepada para caleg untuk turut meluruskan informasi tak benar yang beredar di masyarakat. Mereka diminta lebih aktif bersosialiasi dengan calon pemilih agar bisa menyampaikan informasi sebenarnya.

(Baca Juga: Gelar Bazar Murah, Hary Tanoe: Masyarakat yang Belum Sejahtera, Disejahterakan) 

Belakangan kampanye hitam yang viral di media sosial dilakukan oleh ibu-ibu di Karawang. Mereka menyebut jika pasangan Jokowi-Ma’ruf menang, maka azan tidak akan terdengar lagi di masjid. Selain itu, pernikahan sesama jenis juga akan dilegalkan.

 

“Kalau kita bicara tentang paslon 01 yang kita usung, juga disampaikan hal yang meluruskan. Misalnya ada black campaign itu harus diluruskan,” kata Hary Tanoesoedibjo, usai memberikan pembekalan politik kepada ratusan Caleg Dapil Jateng 1 dan 10 di Batang, Rabu (27/2/2019).

Pihaknya pun memerintahkan caleg tak hanya kampanye agar memenangi Pileg tetapi sekaligus mendulang suara untuk pasangan Joko Widodo –Ma’ruf Amin. Sebab, Partai Perindo merupakan salah satu anggota parpol koalisi pengusung pasangan capres-cawapres nomor urut 01.

“Tapi itu harus turun ke masyarakat, kalau enggak turun enggak bisa. Black campaign itu bisa diatasi kalau kita kanvasing atau turun ke masyarakat. Tentunya dengan komunitas tertentu, enggak mungkin semua kita jangkau semua kalangan,” ungkap Hary.

(Baca Juga: Hary Tanoe Siap Jadikan Tambak Lorok Jadi Kawasan Nelayan Percontohan)


(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya