SUBANG - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman membuat Alun-Alun Kabupaten Subang di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Subang, meriah. Selain melemparkan candaan saat memberi arahan di panggung, sang menteri membuat orang tepuk tangan riuh karena aksinya mamakaikan sandal ke petani yang sudah renta.
Menteri Amran semula memanggil petani bernama Tarsim untuk naik ke panggung. Tarsim yang duduk di barisan depan para petani, langsung maju. Tarsim diperkirakan berumur lebih dari 70 tahun, perawakannya kecil, dan giginya sudah banyak yang tanggal. Kendati sudah berumur, gayanya kekinian. Dia mengenakan skinny jins berwarna cokelat muda dan topi dari panitia acara. Untuk topi, semua peserta yang hadir memang mengenakannya.
Menteri Amran mengaku memilih Tarsim naik ke panggung karena tampangnya yang lugu. Di atas panggung, Menteri Amran memberikan beberapa pertanyaan. Di antaranya luas lahan yang dikelola Tarsim dan apakah dia memiliki ternak.
"Lahan setengah hektare. Punya kambing tilu (tiga), tapi enggak punya ayam," akunya dengan logat Sunda yang kental seraya tertawa, yang juga membuat ribuan orang di sana tertawa.
"Kalau saya kasi traktor mau tidak? Tapi bisa enggak bawanya?" tanya Menteri Amran yang langsung dijawab "Mau, tapi tidak bisa bawa," jawab Tarsim yang kembali membuat ribuan orang di sana tertawa.
Mendengar jawaban jujur dari Tarsim, Menteri Amran langsung meminta stafnya mengambilkan kunci traktor roda dua untuk Tarsim. "Bapak jujur sekali, saya beri traktor ya," kata Amran.
Tarsim seakan tak percaya akan apa yang ia dapat. Ia bahkan sempat bingung sebelum akhirnya merangkul Menteri Amran saat menyerahkan kunci traktor.
Drama rupanya belum usai. Ternyata Tarsim naik ke panggung tidak mengenakan sandal. Alas kaki ia lepas di tangga panggung yang beralaskan karpet merah.
"Loh sandalnya dilepas? Biar saya yang ambil," kata Menteri Amran seraya menuju sandal Tasrim. Setelah itu, Amran menuju Tarsim dan membungkukkan badannya memasang sandal ke kaki Tarsim. Setelahnya, Mentan Amran yang giliran menyalami petani asal Desa Sukahurip, Kecamatan Cijambe.
Kunjungan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Subang memberi arahan dalam acara Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian 2019. Amran mengajak masyarakat Subang khususnya para petani dan peternak untuk memaksimakan bantuan pemerintah sehingga menjadi petani dan peternak mandiri.
Kementerian Pertanian mengucurkan dana Rp46,63 miliar untuk Kabupaten Subang. Bantuan itu meliputi alsistan berupa traktor roda dua, bibit lada dan mangga, benih padi hibrida, ayam kampung, dan domba.
"Maksud kami memberi ayam ini, supaya warga cukup gizi, tidak stunting, dan mengentaskan kemiskinan dengan hasilnya. Dalam waktu empat bulan, ayam-ayam ini akan bertelur dan bisa dijual dan dikonsumsi hasilnya," urai Amran.
Sementara itu, salah satu penerima bantuan 25 ekor domba adalah Kelompok Ternak Gadog asal Desa Cigadog, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Puluhan domba bantuan ini nantinya dikelola dalam satu kandang secara bersama-sama oleh 25 warga kelompok ternak.
“Kita rawat bersama dengan didampingi penyuluh pertanian. Kami terima kasih sekali karena domba ini manfaatnya banyak sekali untuk desa kami,” aku Ila, Ketua Kelompok Peternakan Gadog.
Ila menyebut, target utama mereka adalah mengembangbiakkan kambing dan mengolan kotorannya untuk pupuk alami persawahan yang ada di Desa Cigadog. Dari 25 ekor domba itu, tiga di antaranya merupakan pejantan sedangkan sisanya betina.
(Abu Sahma Pane)