"Itu kebiasaan di rumah yang tidak terdidik, karena itu membahayakan dirinya juga," ucap Djoko.
Kejadian itu menurutnya, tidak perlu terlalu dibesar-besarkan. Sebab, dirinya menilai kebiasaan buruk itu akan hilang dengan sendirinya, bila para petugas PT MRT memberikan sosialisasi yang baik kepada masyarakat.
Ia mencontohkan, dahulu banyak yang berpandangan negatif ketika pemerintah membereskan keamburadulan di kereta rel listrik. Namun, hal tersebut luntur saat pemerintah menerapkan sosialisasi yang baik di sana.
"Dulu KRL itu seperti apa? Kemudian sekarang di Jakarta tidak kalah dengan di Eropa. Kita itu sekarang sudah tertib. Memang dulu khawatir, ternyata enggak juga. Tapping (e-tiket) yang rebutan, tapi sekarang bisa mau antre. Beli tiket mau antre," tuturnya.
(Rizka Diputra)