Jokowi: Indonesia Nomor Dua Industri Fesyen Halal Dunia

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Selasa 16 April 2019 13:53 WIB
Jokowi resmikan Halal Park di GBK. (Foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)
Share :

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, Indonesia berada di peringkat kedua dalam industri fesyen muslim terbesar di dunia.

"Dan menurut Global Islamic Economy Report, Indonesia berada di posisi kedua untuk sektor model fesyen, dan nilai pasar fesyen muslim global sampai dengan 2020 diperkirakan mencapai USD327 miliar," kata Jokowi usai meresmikan Halal Park di kawasan GBK, Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Jokowi memastikan, pemerintah akan melirik industri wisata dan fesyen halal sebagai sektor terdepan guna meningkatkan perekonomian negara.

"Angka-angka ini adalah angka angka yang sangat besar. Oleh sebab itu kesempatan kita untuk menggunakan peluang yang ada, untuk memasarkan produk-produk halal kita," ujarnya.

Jokowi menerangkan, pihaknya akan segera membangun Halal Park di kawasan GBK dengan total nilai investasi Rp250 miliar.

(Baca juga: Jokowi Umumkan Indonesia Peringkat Satu Wisata Halal Dunia)

"Akan dibangun kurang lebih 21 ribu meter persegi bangunan dan ruangnya dan mencapai nilai investasi bangunan Rp250 miliar, akan dikerjakan di sini," ujarnya.

Kepala Negara menerangkan, Halal Park atau ‘halal distrik’ telah dibahas beberapa kali dalam pertemuan di Istana. Ia pun memastikan BUMN dan UMKM produk halal akan dilibatkan dalam rencana proyek pembangunan Halal Park tersebut.

"Kita padukan semua kekuatan untuk mengangkat industri halal kita ke tingkat regional maupun dunia," imbuhnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap, industri halal Indonesia dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi. Sehingga, industri halal bisa diangkat sebagai ladang kreativitas dan produktivitas generasi muda.

"Kita angkat industri halal Indonesia sebagai sumber kesejahteraan umat," kata dia.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya