Dikatakannya, tradisi nyorog meski sudah terbilang langka, namun hingga kini masih tetap lestari di beberapa tempat. Apalagi, menurut orang Betawi aslim nyorog merupakan tradisi turun-temurun atau warisan dari orang-orang tua terdahulu yang wajib dijaga.
Hanya saja diakuinya, tradisi nyorog dulu dan sekarang sudah berbeda. Meski begitu tetap ada persamaan yakni sebagai perekat silaturahmi. Namun, kebanyakan, tradisi nyorog saat ini dikemas lebih sederhana.
"Memang bentuknya sekarang lain ya. Kalau dulu kan nenteng-nenteng nampan, nenteng rantang, macam-macam, ada ayam kita bawa, ada beras kita bawa. Nah, sekarang kita datang silaturahmi. Lalu, bentuk (bawaannya-red) menyusul," kata dia.
"Sekarang jadi enggak petong-petong kayak dulu, dulu kan ramainya itu karena kita tenteng-tentengan, yang bawa rantang, nampan, yang bawa kirab, macam-macam dah. Itu yang bikin seru. Tapi, sekarang ya beda," ujar Yahya menandaskan.
(Rizka Diputra)