Kedua bandar udara tersebut masing-masing menempati posisi pertama dan kedua, dengan catatan OTP 95,3% dan 87,8%, mengungguli catatan Bandar Udara Changi dan Bandar Udara Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand.
Lebih lanjut, Haruman menegaskan untuk secara konsisten terus menerus meningkatkan layanan untuk dapat semakin meningkatkan catatan ketepatan waktu penerbangan. “Meskipun catatan ini sudah cukup baik, tetapi kami bertekad untuk dapat semakin meningkatkan catatan OTP di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali," ujarnya.
"Posisi terbaik keenam di Asia Tenggara itu dapat dikatakan sudah cukup baik. Tetapi masih ada posisi terbaik pertama di Asia Tenggara, serta posisi yang lebih baik lagi. Intinya adalah, komitmen kita bersama untuk dapat memberikan yang terbaik bagi para penumpang tanpa terkecuali,” tegasnya.
Dalam catatan On-Time Performance yang dirilis oleh OAG Aviation, suatu penerbangan dicatat sebagai tepat waktu atau on-time jika penerbangan tersebut tiba atau berangkat dalam rentang waktu 15 menit dari jadwal penerbangan. Persentase OTP didapat dari perhitungan jumlah penerbangan on-time dibagi dengan jumlah total penerbangan, dikalikan 100%.
Bermarkas di Inggris, OAG Aviation merupakan perusahaan penyedia data penerbangan, yang mengkhususkan diri dalam riset dan penyediaan data terkait maskapai penerbangan, bandar udara, dan perusahaan penyedia jasa penerbangan. Perusahaan yang didirikan pada tahun 1929 di Luton, Inggris, tersebut, kini menjangkau seluruh dunia dengan menempati kantor di Amerika Serikat, Singapura, Jepang, Cina, dan Lithuania.
(Fahmi Firdaus )