Dalam kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan mulai terasa adanya peluruhan nilai-nilai utama yang bersumber pada agama, Pancasila, dan kebudayaan luhur Indonesia. Politik uang, permusuhan, kebencian, ghibah, provokasi, dan menghalalkan segala cara seakan legal dalam kehidupan politik di tubuh bangsa ini. Karenanya diperlukan pencerahan akal budi sebagai aktualisasi takwa buah dari puasa khususnya bagi kaum muslimin.
Baca juga: Gubernur Sulsel: Lebaran Tahun Ini Sangat Tertib
"Jadikan puasa dengan segala rangkaian ibadah Ramadan dan Idul Fitri sebagai jalan ruhani untuk mencerahkan akal budi berbingkai akhlak mulia untuk menebar rahmat bagi semesta alam sejalan misi kerisalahan Nabi untuk "menyempurnakan akhlak mulia" dan menebar " rahmatan lil alamin" dalam kehidupan semesta," ujar Haedar.
(Fakhri Rezy)