JAKARTA – Sebanyak 34 terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Kalimantan Tengah (Kalteng) dibawa ke Jakarta. Mereka dibawa menggunakan kapal laut melewati rute Pangkalan Bun, Pontianak, Semarang, dan tiba di Jakarta untuk mengikuti program deradikalisasi.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, dari 34 terduga teroris yang ditangkap, dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Dari 34 itu yang terbukti memenuhi unsur melanggar UU 5 Tahun 2018 mengenai tindak pidana terorisme 2 tersangka," kata Dedi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019).
Sementara itu, dari jumlah tersebut, sebanyak 30 orang akan mengikuti program deradikalisasi. Ke-30 orang itu terdiri atas laki-laki dan dewasa serta anak-anak yang telah terpapar paham ISIS.
"Dari 2 tersangka tersebut yang telah dipilah-pilah ada 30 dari istri, anak, adik, sudah terpapar paham terorisme ISIS. Oleh karenanya untuk mengikuti program deradikalisasi Polri bekerja sama dengan BNPT dan kementerian terkait untuk melakukan program deradikalisasi di Jakarta," ucap Dedi.
Sebelumnya, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri dan Polda Kalimantan Tengah di Kota Palangkaraya serta Kabupaten Gunung Mas berjumlah 34 orang, termasuk laki-laki dewasa, perempuan dewasa, dan sisanya anak-anak.
"Sebenarnya keberadaan kelompok tersebut di Kalteng difasilitasi salah satu warga Palangkaraya bernama Ansyari sejak awal 2019," ujar Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Hendra Rochmawan, di Palangkaraya, Kamis (13/6/2019), seperti dikutip dari Antaranews.
Baca Juga : Polisi Total Mengamankan 34 Terduga Teroris di Kalteng
Menurut dia, kelompok terduga teroris Jaringan Ansharut Daulah (JAD) yang diamankan di Kalteng sangat berbahaya, sebab seluruh anggotanya mampu merakit bom berdaya ledak tinggi.
"Kemudian mereka mengincar polisi yang berada di Jakarta, bukan di Kalteng," tegasnya.
Sebelum berangkat ke Jakarta, salah satu dari anggota kelompok JAD itu sudah mempersiapkan pembuatan bom pipa dan bom dari ponsel yang dapat dikendalikan dari jarak jauh.
Oleh karena itu, saat Densus 88 mengamankan kelompok tersebut dari sejumlah tempat di Palangkaraya. Diamankan juga berbagai alat yang digunakan untuk merakit bom.
Baca Juga : 28 Terduga Teroris dari Kalimantan Tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang
(Erha Aprili Ramadhoni)