MADRID – Pasangan ibu dan anak melaporkan pembunuh bayaran yang mereka sewa ke polisi karena gagal membunuh pasangan ibu itu.
Mengutip Metro, Kamis (27/6/2019) pasangan ibu-anak yang tidak disebutkan namanya, berusia 52 dan 20 tahun, membayar uang muka kepada pacar putrinya sebesar € 7.000 (setara Rp112 juta) untuk membunuh pasangan ibu itu dan menjual organ-organnya.
Pembunuh bayaran itu mengaku kepada kliennya bahwa dia adalah mata-mata pemerintah dan membutuhkan uang tunai yang akan digunakan untuk menemukan calon korban dan membunuhnya.
Namun pembunuhan itu tidak dilakukan sehingga pasangan ibu-anak itu melapor ke polisi untuk karena kehilangan uang.
Baca: Ingin Masuk Spanyol, Pengungsi Terciduk Mengumpet di Dasbor Mobil
Baca: Momen Banteng Tanduk Bokong Matador: Pria Prancis Terluka 25 Cm di Dubur
Pacar anak perempuan itu, yang mengaku telah memenangkan sejumlah medali sebagai agen rahasia untuk badan intelijen resmi Spanyol CNI, ditangkap beberapa jam kemudian.
Polisi juga menyita kontrak yang ditandatangani oleh ketiganya yang menyatakan pembunuhan akan dilakukan oleh kelompok spesialis operasi anti-teroris. Pembunuhan akan dilakukan antara 60 dan 180 hari setelah perjanjian tertulis dibuat.
Sumber kepolisian Spanyol mengatakan ketiganya tidak ada memiliki catatan kriminal.
Mereka saat ini dalam jaminan telah setelah dibebaskan oleh hakim usai diinterogasi sambil menunggu pengadilan.
(Rachmat Fahzry)