JAKARTA – Pertama kalinya dalam sejarah pemilihan umum, Indonesia mengadakan pemilu serentak dengan skala yang besar di seluruh wilayah. Hal ini membuat tingkat partisipasi pemilih ikut meningkat.
Tentu saja meningkatnya angka partisipasi pemilih ini tanpa sebab. Kebanyakan masyarakat mulai melek terhadap situasi politik yang ada saat ini. Namun, kebanyakan pemahaman politik masyarakat yang belum sempurna, serta maraknya pemaparan pendidikan politik yang sepotong-potong oleh para elite, membuat masyarakat terjebak dalam debat tanpa ada jalan akhir.
Masyarakat kini terjebak dalam perselisihan tanpa alasan. Fanatisme buta kepada salah satu pasangan calon membuat Indonesia, terutama di media sosial terpecah menjadi beberapa kubu. Sehingga, bisa dikatakan situasi masyarakat saat ini dalama keadaan "puber politik".
Andre Rosiade, juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menilai sikap masyarakat yang tengah puber politik merupakan hal wajar. Sebab, sebaiknya memang harus melek politik untuk tetap menyalurkan hak konstitusinya sebagai warga negara.
"Tentu masyarakat harus melek politik. Mereka harus menjaga hak konstitusinya dengan menjaganya," tutur Andre saat berbincang dengan Okezone, belum lama ini.