“Dalam pelaksanaannya kami juga menjalin kerja sama dengan banyak institusi terkait antara lain kami sudah menandatangani MoU dengan pihak Kementerian Desa PDTT karena diharapkan nantinya bumdes-bumdes bisa ikut berperan dalam pemasaran telur yang dihasilkan masyarakat,” ujar Nasrullah yang saat ini juga menjabat Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan.
Melalui program Bekerja, menurut Nasrullah, setiap RTM mendapatkan paket bantuan modal ternak yang terdiri dari biaya pembuatan kandang ayam, 50 ekor bibit ayam/bebek, pakan berkualitas tinggi serta bantuan bibit tanaman hortikultura dan bibit tanaman perkebunan.
Kementan Libatkan UPT
Nasrullah juga menekankan, khusus menyangkut penyaluran bantuan ternak yang merupakan tanggung jawab dari Ditjen PKH, sejauh ini pelaksanaannya berjalan lancar. Di tahun 2018 bibit ayam (DOC) lokal yang dibutuhkan cukup tersedia dan seluruhnya sudah tersalurkan. Untuk tahun 2019 masih dalam proses untuk disalurkan ke RTM terpilih.
Sebagaimana tahun 2018, pelaksanaan program Bekerja di tahun 2019 terkait dengan usaha peternakan masih tetap melibatkan partisipasi aktif Unit-unit pelaksana teknis (UPT) di bawah Ditjen PKH untuk melaksanakan kegiatan pendampingan RTM penerima bantuan di daerah. UPT melakukan pendampingan dan pembinaan mulai dari pembangunan kandang, pemeliharaan ayam sampai aktivitas pemanenan hasil.
BBIB Singosari dan Pusvetma adalah dua UPT yang diberi tanggung jawab sebagai satuan kerja (satker) pelaksana untuk provinsi Jawa Timur, untuk Jawa Tengah ditunjuk BBPTU-HPT Baturraden dan BBVet Wates.