Jika Gerindra Bergabung, Tak Ada Oposisi yang Solid Mengawasi Pemerintahan Jokowi

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis
Rabu 10 Juli 2019 06:21 WIB
Prabowo-Sandi beserta para pendukungnya.
Share :

JAKARTA - Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai, akan lebih baik jika Partai Gerindra tetap memilih menjadi oposisi guna mengawasi pemerintahan yang dipimpin Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Baiknya tetap menjadi oposisi,” ungkap Ujang kepada Okezone di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Belakangan berhembus isu Gerindra akan menjadi bagian dari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Jika hal ini terjadi, kata Ujang, maka tak ada lagi oposisi yang solid mengawasi pemerintah.

“Karena jika Gerindra merapat ke pemerintah, tak akan ada lagi oposisi yang kuat. Karena hanya akan meninggalkan PKS saja,” ujarnya.

“Tidak akan ada yang mengontrol pemerintah dengan efektif,” ujarnya lagi.

Terlebih lagi, ujarnya, pemerintahan yang baik bisa terwujud jika ada pihak oposisi yang memantau dan mengkritisi jika terjadi kesalahan.

“Perlu adanya oposisi yang kuat. Sebagai fungsi checks and balances. Pemerintah harus kuat. Begitu juga pihak oposisi,” ujarnya.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya